Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) secara aktif mendorong peran Galeri Budaya Tionghoa Indonesia di PIK sebagai pendorong utama dalam pembangunan ekonomi kreatif nasional. Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa galeri ini bukan hanya sekadar cerminan warisan masa lalu, melainkan juga modal strategis yang vital. Pernyataan ini diterima pada Sabtu, 24 Januari 2026, menandai komitmen pemerintah terhadap sektor kreatif.
Teuku Riefky Harsya menyatakan bahwa budaya merupakan fondasi masa depan yang kuat, mampu melahirkan nilai tambah ekonomi signifikan. Pengolahan kreatif atas sejarah, seni, tradisi, dan cerita hidup dapat membuka inovasi baru serta memperkuat daya saing para pegiat industri kreatif. Oleh karena itu, keberadaan Galeri Budaya Tionghoa Indonesia diharapkan menjadi katalisator penting bagi pertumbuhan sektor ini.
Galeri yang berlokasi di PIK ini dirancang sebagai ruang edukasi dan interaksi publik yang komprehensif, merekam perjalanan sejarah, ketangguhan, serta kontribusi masyarakat Tionghoa. Kehadirannya menggarisbawahi masyarakat Tionghoa sebagai bagian integral dari kebudayaan Indonesia yang kaya dan beragam. Ini adalah langkah konkret dalam memanfaatkan kekayaan budaya untuk kemajuan ekonomi.
Advertisement
Advertisement
Peran Strategis Galeri Budaya Tionghoa dalam Ekonomi Kreatif
Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menekankan bahwa galeri budaya memiliki peran strategis sebagai simpul penting dalam membangun ekosistem kreatif yang inklusif dan berkelanjutan. Budaya, dengan segala elemennya, adalah modal masa depan yang tidak ternilai. Melalui interpretasi dan pengolahan kreatif, elemen-elemen ini dapat diubah menjadi produk dan layanan bernilai ekonomi tinggi.
Sejarah, seni, tradisi, dan cerita hidup, ketika diolah secara kreatif, mampu melahirkan nilai tambah ekonomi yang signifikan. Proses ini tidak hanya membuka ruang inovasi bagi para pelaku kreatif, tetapi juga secara langsung memperkuat daya saing mereka di pasar global. Kemenekraf melihat potensi besar dalam narasi budaya yang dapat diadaptasi menjadi berbagai bentuk konten kreatif.
Galeri Budaya Tionghoa Indonesia hadir sebagai platform edukasi yang merekam perjalanan sejarah, ketangguhan, serta kontribusi masyarakat Tionghoa sebagai bagian penting dari kebudayaan Indonesia. Pendekatan ini memperkaya pemahaman publik terhadap keberagaman dan mempromosikan nilai-nilai akulturasi yang telah terjalin lama di Indonesia. Integrasi ini menjadi kekuatan utama dalam pengembangan ekonomi kreatif.
Advertisement
Advertisement
Kekayaan Akulturasi dan Keberagaman di Galeri
Galeri ini menampilkan ruang-ruang tematik yang menggambarkan dinamika komunitas Tionghoa di Indonesia secara mendalam. Mulai dari proses kedatangan leluhur, pengalaman lintas generasi, hingga praktik akulturasi yang harmonis dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya, semuanya tersaji dengan apik. Kuratorial yang cermat ini memperkuat pesan kebersamaan dan memperkaya pemahaman publik.
Nilai akulturasi, kebersamaan, dan keberagaman yang ditampilkan di Galeri Budaya Tionghoa Indonesia mengingatkan kita bahwa perbedaan adalah kekuatan. Perbedaan-perbedaan ini tidak hanya menyatukan bangsa, tetapi juga secara signifikan memperkaya industri kreatif Indonesia. Kemenekraf meyakini bahwa keberagaman budaya adalah sumber inspirasi tak terbatas bagi inovasi.
Natalia Kusumo, CEO of Amantara Agung Sedayu Group, menjelaskan bahwa Galeri Budaya Tionghoa Indonesia hadir sebagai ruang edukasi sejarah yang ditampilkan secara inovatif. "Di dalam ada animasi, ada foto-foto, ada bacaan-bacaan dan juga pengalaman yang paling penting merasakan suasana ketika leluhur dari warga Indonesia yang berasal dari Tionghoa," ujarnya. Pendekatan ini membuat sejarah lebih mudah dicerna dan menarik.
Advertisement
Advertisement
Peluang Kolaborasi dan Inovasi Industri Kreatif
Kehadiran Galeri Budaya Tionghoa Indonesia membuka berbagai peluang kolaborasi lintas komunitas, pendidikan, dan industri kreatif. Platform ini mendorong lahirnya produk kreatif berbasis narasi budaya, desain, seni pertunjukan, hingga konten edukatif. Potensi sinergi ini sangat besar untuk memajukan sektor kreatif di Indonesia.
Kemenekraf secara konsisten mendorong pemanfaatan ruang budaya sebagai sarana untuk mengembangkan berbagai subsektor kreatif. Fokusnya adalah pada kekayaan intelektual, pengalaman pengunjung, serta inovasi kuratorial. Integrasi antara budaya dan kreativitas diyakini mampu memperluas pasar dan meningkatkan kualitas karya anak bangsa.
Pada akhirnya, upaya ini tidak hanya akan memperkuat identitas nasional di tingkat global, tetapi juga menciptakan ekosistem kreatif yang lebih dinamis dan berkelanjutan. Galeri ini diharapkan menjadi platform dialog antargenerasi yang relevan dengan konteks kekinian, memastikan bahwa warisan budaya terus hidup dan berkembang seiring zaman.
Advertisement
Sumber: AntaraNews