Penemuan puing pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di lereng Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (17/1), menambah panjang catatan kelam dunia penerbangan tanah air.
Bulan Januari seolah menjadi "momok" tersendiri bagi lalu lintas udara di Indonesia. Puncak musim hujan yang ekstrem, kabut tebal, hingga angin kencang di awal tahun kerap menjadi faktor krusial yang memicu insiden fatal.
Dari data yang dihimpun, setidaknya ada tujuh kecelakaan pesawat penumpang signifikan yang terjadi di bulan pertama kalender ini. Mulai dari misteri Adam Air hingga tragedi terbaru di Sulawesi. Berikut rinciannya:
1. Terbaru: Indonesia Air Transport (IAT) - ATR 42-500 (2026)
Luka paling anyar di tahun ini terjadi pada 17 Januari 2026. Pesawat yang sedang menjalankan misi charter penumpang dinas ini menabrak tebing Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan. Cuaca buruk menghalangi pandangan pilot hingga terjadi Controlled Flight Into Terrain (CFIT).
Korban: 10 orang tewas.
2. Sriwijaya Air - SJ-182 (2021)
Awal tahun 2021 dibuka dengan duka mendalam saat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak jatuh di Kepulauan Seribu, hanya 4 menit setelah lepas landas pada 9 Januari 2021. Gangguan pada sistem autothrottle yang membuat tenaga mesin tidak seimbang, menyebabkan pesawat miring ekstrem dan menukik ke laut.
Korban: 62 orang tewas.
3. Susi Air - Cessna 208B (2012)
Meski tidak memakan korban jiwa, insiden pada 8 Januari 2012 ini menjadi peringatan keras soal kondisi landasan saat musim hujan. Pesawat Susi Air tergelincir keluar landasan di Bandara Melak, Kalimantan Timur. Landasan pacu yang licin akibat hujan deras saat pendaratan.
Korban:Nihil (Semua selamat).
4. Adam Air - KI-574 (2007)
Ini adalah salah satu tragedi terbesar dan paling misterius dalam sejarah aviasi Indonesia yang terjadi tepat di Tahun Baru, 1 Januari 2007. Pesawat Boeing 737-400 ini hilang di perairan Majene, Sulawesi Barat. Kegagalan fungsi instrumen navigasi (IRS) yang diperparah oleh kebingungan pilot dalam prosedur pemulihan.
Korban: 102 orang tewas (seluruh penumpang dan awak).
Advertisement
5. Merpati Nusantara - DHC-6 Twin Otter (1995)
Mundur ke era 90-an, maskapai legendaris Merpati Nusantara juga mengalami nasib yang sama pada 10 Januari 1995. Pesawat yang lepas landas dari Bajawa menuju Kupang ini tak pernah sampai ke tujuan. Cuaca buruk yang menghempaskan pesawat hingga jatuh ke Perairan Selat Molo, Nusa Tenggara Timur.
Korban: 14 orang tewas.
Advertisement
6. Sempati Air - Fokker F28 (1992)
Di ujung Januari 1992, tepatnya tanggal 31, pesawat Sempati Air mengalami kecelakaan serius di Bandara Pattimura, Ambon. Pesawat gagal berhenti dan tergelincir hebat. Hujan deras yang mengguyur bandara menyebabkan pesawat tergelincir hingga badan pesawat rusak total.
Korban: Nihil (81 orang selamat).
Reporter Magang: Mochamad Aidil Akbar