BNPB Lakukan Modifikasi Cuaca di Banten, Upaya Reduksi Hujan dan Penanganan Bencana Hidrometeorologi

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan Modifikasi Cuaca di Banten untuk mengurangi intensitas hujan ekstrem, memaksimalkan penanganan darurat pasca-banjir dan longsor.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BNPB Lakukan Modifikasi Cuaca di Banten, Upaya Reduksi Hujan dan Penanganan Bencana Hidrometeorologi
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan Modifikasi Cuaca di Banten untuk mengurangi intensitas hujan ekstrem, memaksimalkan penanganan darurat pasca-banjir dan longsor. (AntaraNews)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan pesawat untuk melakukan modifikasi cuaca di Provinsi Banten. Langkah ini bertujuan mengurangi curah hujan lebat guna mendukung upaya evakuasi dan bantuan pasca-banjir, tanah longsor, serta angin kencang yang melanda Kabupaten Serang. Operasi ini telah berlangsung sejak Rabu, 21 Januari 2026, dan direncanakan berlanjut hingga Sabtu, 24 Januari 2026.

Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat BNPB, Agus Riyanto, menjelaskan bahwa fokus utama adalah menekan curah hujan agar penanganan darurat, seperti evakuasi dan distribusi logistik, dapat berjalan maksimal. Pengerahan pesawat dilakukan dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, karena kedekatannya dengan Banten.

Intervensi cepat ini merupakan respons atas laporan dari pejabat Serang mengenai bencana hidrometeorologi yang meluas. Bencana tersebut dipicu oleh cuaca ekstrem, meliputi banjir, tanah longsor, dan angin yang merusak.

Strategi Modifikasi Cuaca untuk Penanganan Bencana

Operasi modifikasi cuaca ini telah berjalan selama lima hari dan akan diperpanjang hingga Sabtu, 24 Januari 2026, untuk menekan curah hujan selama periode puncak risiko. Teknik penyemaian awan (cloud seeding) digunakan untuk menyebarkan awan hujan secara efektif.

Agus Riyanto menambahkan bahwa area cakupan operasi ini tidak hanya terbatas pada Banten. Wilayah lain seperti Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur juga termasuk dalam jangkauan modifikasi cuaca.

Strategi ini menjadi krusial mengingat kondisi cuaca ekstrem yang kerap memicu bencana hidrometeorologi. Dengan mengurangi intensitas hujan, diharapkan risiko banjir dan longsor susulan dapat diminimalisir.

Upaya Relokasi dan Antisipasi Bencana Berulang

Selain upaya mengurangi curah hujan, BNPB juga berkoordinasi dengan Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah Serang terkait rencana relokasi. Rencana ini ditujukan bagi masyarakat yang tinggal di zona berisiko tinggi bencana.

Riyanto menyebutkan bahwa pembahasan lebih lanjut mengenai relokasi akan dilakukan bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kementerian PKP). Opsi yang dipertimbangkan meliputi relokasi mandiri atau pemukiman kembali secara terpusat.

Jika opsi relokasi terpusat dipilih, pemerintah daerah harus menyiapkan lahan yang sesuai. Pembangunan perumahan akan dilakukan kemudian setelah lahan siap.

Langkah-langkah ini diambil untuk mencegah terulangnya banjir. Curah hujan masih terus berlangsung di beberapa wilayah Jawa selama puncak musim hujan.

Dampak dan Data Pengungsian Terkini

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang menunjukkan bahwa sebanyak 625 orang masih mengungsi. Jumlah ini setara dengan 187 keluarga yang berada di pusat-pusat evakuasi hingga Rabu malam.

Kondisi pengungsian menjadi perhatian serius bagi pihak berwenang. Penyaluran bantuan logistik dan peralatan respons darurat terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan para korban bencana.

Penanganan pasca-bencana tidak hanya berfokus pada evakuasi dan bantuan. Upaya mitigasi jangka panjang, termasuk perencanaan tata ruang, juga menjadi prioritas.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi