Menhaj Jelaskan Alasan Petugas Haji Jalani Pelatihan Semi Militer

Kementerian Haji (Kemenhaj) mengumumkan pelatihan untuk calon petugas haji 2026 kini dilaksanakan dengan metode semi militer.

Delvira
Oleh Delvira - Reporter
Menhaj Jelaskan Alasan Petugas Haji Jalani Pelatihan Semi Militer
Salah seorang petugas sedang menggendong jemaah calon haji yang kelelahan. (www.kemenag.go.id) (© 2026 Liputan6.com)

Kementerian Haji (Kemenhaj) mengungkapkan bahwa pelatihan bagi calon petugas haji 2026 kini dilaksanakan dengan metode semi militer. Berbagai tahapan telah disiapkan untuk meningkatkan kekuatan dan ketahanan fisik petugas haji.

"Diklat ini dirancang secara semi militer dan berlangsung dalam dua tahap, yaitu sesi luring tanggal 10 sampai dengan 30 Januari dan sesi daring mulai tanggal 2 sampai dengan 8 Februari," jelas Menteri Haji (Menhaj) M Irfan Yusuf, yang akrab disapa Gus Irfan, saat memberikan keterangan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Rabu (21/1/2026).

Menurut Gus Irfan, pelatihan dengan pendekatan semi militer ini sangat penting untuk mempersiapkan kondisi fisik para calon petugas haji 2026. Hal ini dikarenakan mereka perlu memahami medan tugas yang akan dihadapi di Arab Saudi.

"Kenapa kita lakukan secara semi militer? Karena kita memerlukan mereka fisik siap, kita memerlukan disiplin mereka siap, dan juga kita memerlukan pemahaman medan bagi para calon petugas haji kita," tambahnya. Selain itu, diklat PPIH kloter akan dilaksanakan di asrama haji embarkasi masing-masing," tutupnya.

Tingkatkan Jumlah Petugas Haji Perempuan

Penjelasan Wamenhaj soal Indonesia Tak Dapat Penghargaan Layanan Haji dari Saudi
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak bicara tentang perbedaan fiqih dam haji, 15 Mei 2026. (dok. Media Center Haji 2026) © 2026 Liputan6.com

Saat ini, lanjutnya, data petugas hampir sepenuhnya dimasukkan ke dalam platform Nusuk yang dimiliki oleh Arab Saudi. Di sisi lain, Kemenhaj juga sedang melakukan rekrutmen untuk petugas pendukung yang akan bertugas di Arab Saudi.

"Perlu kami sampaikan bahwa per 20 Januari 2026, sebanyak 4.377 dari 4.418 atau 99,1 persen data petugas telah di-input ke dalam platform Nusuk Masar," sebutnya. Gus Irfan juga menyampaikan bahwa akan ada peningkatan kuota untuk petugas haji perempuan pada tahun ini. Diharapkan, penambahan ini dapat menjadikan aktivitas haji lebih ramah terhadap jemaah perempuan.

"Peningkatan jumlah kuota petugas haji perempuan akan lebih dari 30 persen dibandingkan tahun lalu. Ini sesuai dengan harapan kita bahwa tahun ini adalah haji yang ramah bagi perempuan," pungkasnya.

Diketahui bahwa seminggu dari total 20 hari Pelatihan dan Pendidikan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia (PPIH) Arab Saudi 2026 telah berlalu. Dengan adanya perubahan ini, diharapkan pengalaman haji bagi perempuan dapat lebih baik dan lebih nyaman.

Terapkan Disiplin dalam Kehidupan Sehari-hari

Menhaj Beberkan Alasan Calon Petugas Haji 2026 Dilatih Semi Militer
Salah seorang petugas sedang menggendong jemaah calon haji yang kelelahan. (www.kemenag.go.id) © 2026 Liputan6.com

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, memberikan penjelasan mengenai kebingungan masyarakat terkait pelaksanaan diklat yang dilakukan dengan pendekatan semi militer.

Dia menegaskan, "Yang menakutkan, yang mereka bayangkan, itu tidak mereka temukan. Yang mereka temukan adalah kedisiplinan, yang mereka temukan adalah kegembiraan, yang mereka temukan adalah kekompakan. Jadi, saya ingin menyampaikan pada publik, jangan sampai ada military phobia," saat memberikan keterangan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, pada hari Sabtu, 17 Januari 2026.

Dahnil menambahkan bahwa ada nilai-nilai positif dari komunitas yang perlu diambil dan diterapkan. "Ada tuh netizen menyebut, 'Ini ngapain sih petugas haji, gembira-gembira, nyanyi-nyanyi.' Itu bentuk kekompakan. Tapi jangan lupa yang mereka lihat kan setiap pagi, setiap siang dan malam, itu diisi dengan bahasa Arab, diisi tentang perhajian, fiqih haji, dan sebagainya," ungkapnya.

Dia menekankan bahwa pelatihan semi-militer yang dimaksud tidak hanya berfokus pada aspek fisik, melainkan juga pada pembentukan karakter dan keterampilan yang diperlukan dalam menjalankan tugas haji.

Rekomendasi