President University telah mengambil langkah strategis dengan meresmikan Indonesia–China Partnership Institution–President University (ICPI–PU) di Cikarang, Jawa Barat. Peresmian ini berlangsung pada Kamis (15/1) sebagai upaya nyata untuk memperkuat kolaborasi pendidikan dan budaya antara Indonesia dan China. Inisiatif ini diharapkan menjadi jembatan penting bagi pertukaran akademik dan pemahaman lintas budaya.
Pembentukan ICPI-PU menandai lompatan signifikan dalam kerja sama akademik kedua negara, khususnya dalam pengembangan kajian dan pengabdian masyarakat. Lembaga ini didirikan untuk menjadi pusat studi China yang terpercaya dan berkualitas, dengan misi memberikan dampak positif yang nyata bagi bangsa Indonesia dan China.
Ketua ICPI–PU, Chandra Setiawan, menekankan bahwa peresmian ini juga diiringi penandatanganan Framework of Agreement yang strategis. Perjanjian tersebut melibatkan World Sinology Center of Beijing Language Culture University (BLCU) dan President University, yang bertujuan mendirikan Indonesia Sinology Center.
Advertisement
Advertisement
Membangun Jembatan Pemahaman Budaya dan Kebijakan
ICPI–PU hadir dengan visi ambisius untuk menjadi lembaga kerja sama dan pusat studi China yang terdepan dan kredibel. Misi utamanya adalah mengembangkan kerja sama, kajian mendalam, serta pengabdian masyarakat lintas disiplin ilmu. Hal ini dilakukan demi menciptakan dampak positif yang konkret bagi kedua negara.
Salah satu pilar utama ICPI–PU adalah Sinology Center, yang berfokus pada kajian multidisiplin tentang China. Pusat ini berperan penting sebagai jembatan pemahaman budaya, kebijakan, dan peradaban China. Melalui Sinology Center, diharapkan terjadi peningkatan saling pengertian antara masyarakat Indonesia dan China.
Selain itu, terdapat BRI Center yang didedikasikan untuk mengkaji, menganalisis, dan mengembangkan program-program kerja sama. Fokusnya mencakup aspek ekonomi, infrastruktur, dan kebijakan yang relevan antara Indonesia dan China. Kehadiran pusat ini diharapkan dapat mengoptimalkan potensi kerja sama bilateral di berbagai sektor vital.
Advertisement
Advertisement
Mengembangkan Talenta dan Kolaborasi Industri
Pilar ketiga yang tak kalah penting dalam struktur ICPI–PU adalah ITD Center. Pusat ini memiliki fokus utama pada pengembangan talenta serta berfungsi sebagai penghubung strategis. Tujuannya adalah menjembatani mahasiswa, akademisi, dan industri dari kedua negara.
ITD Center berupaya menciptakan beragam peluang berharga, termasuk program magang, riset terapan, dan pengembangan karier bagi para talenta muda. Melalui inisiatif ini, diharapkan dapat lahir sumber daya manusia yang kompeten dan siap bersaing di kancah global, mendukung pertumbuhan ekonomi kedua negara.
Chandra Setiawan menegaskan bahwa ICPI–PU merupakan platform komprehensif yang terintegrasi. Sinology Center berperan membangun pemahaman bersama, BRI Center merumuskan kerangka kebijakan, sementara ITD Center memperkuat kolaborasi talenta dan dunia usaha. Sinergi ketiga pusat ini diharapkan menghasilkan dampak yang maksimal.
Advertisement
Advertisement
Apresiasi dan Dukungan Pemerintah
Pendirian ICPI–PU mendapat sambutan positif dan apresiasi tinggi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah Indonesia. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk kerja sama strategis. Ia meyakini ICPI-PU akan memberikan manfaat nyata bagi kedua negara.
Senada dengan pandangan tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, turut menyampaikan apresiasinya kepada President University. Beliau memuji pembentukan ICPI–PU sebagai langkah konkret dalam memperkuat kolaborasi akademik antara Indonesia dengan China.
Abdul Mu'ti menambahkan bahwa peluncuran ICPI di President University adalah inisiatif yang penting dan bermakna. Menurutnya, lembaga ini tidak hanya akan memperkuat kedua bangsa, tetapi juga membangun relasi strategis yang berdampak global, khususnya dalam bidang pendidikan dan kebudayaan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews