Pentas Seni Budaya Kodam XXI/Radin Inten Perkuat Persatuan Bangsa di Lampung

Kodam XXI/Radin Inten menggelar pentas seni budaya untuk memperingati Hari Juang TNI AD, sekaligus memperkuat persatuan bangsa dan melestarikan budaya lokal di Lampung, menarik perhatian masyarakat luas.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pentas Seni Budaya Kodam XXI/Radin Inten Perkuat Persatuan Bangsa di Lampung
Kodam XXI/Radin Inten menggelar pentas seni budaya untuk memperingati Hari Juang TNI AD, sekaligus memperkuat persatuan bangsa dan melestarikan budaya lokal di Lampung, menarik perhatian masyarakat luas. (AntaraNews)

Komando Daerah Militer (Kodam) XXI/Radin Inten baru-baru ini menyelenggarakan pentas seni dan budaya yang meriah di Bandarlampung. Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Juang TNI Angkatan Darat Tahun 2025, sekaligus menjadi momen doa bersama mengawali Tahun 2026.

Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi menegaskan bahwa acara ini adalah wujud nyata dalam menjaga serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang refleksi dan permohonan perlindungan Tuhan Yang Maha Esa bagi bangsa Indonesia, khususnya Provinsi Lampung, dari segala marabahaya.

Pentas seni dan budaya ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan bagi warga, tetapi juga sebagai sarana penting untuk pelestarian budaya Lampung. Acara ini turut mempererat kebersamaan masyarakat di tengah keberagaman, menunjukkan bahwa budaya daerah adalah identitas dan kekuatan sosial yang merekatkan persatuan.

Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi secara lugas menyatakan bahwa pentas seni dan budaya adalah manifestasi konkret untuk memelihara dan mengukuhkan persatuan bangsa. Kegiatan ini bukan sekadar tontonan, melainkan sebuah platform strategis untuk melestarikan kekayaan budaya Lampung.

Lebih lanjut, acara ini juga bertujuan untuk memperkuat rasa kebersamaan di antara masyarakat Lampung yang beragam. Budaya lokal, menurut Mayjen Kristomei, merupakan identitas fundamental dan kekuatan sosial yang esensial. Kekuatan ini mampu menyatukan berbagai elemen masyarakat di tengah keberagaman yang ada.

Dalam kesempatan tersebut, Kodam XXI/Radin Inten juga mengajak seluruh hadirin untuk melakukan refleksi diri dan memanjatkan doa bersama. Tujuannya adalah memohon perlindungan dari Tuhan Yang Maha Esa agar bangsa Indonesia, khususnya Provinsi Lampung, senantiasa dijauhkan dari segala bentuk marabahaya di masa mendatang.

Pentas seni dan budaya ini juga menjadi wadah untuk menunjukkan solidaritas kemanusiaan. Panitia membuka penggalangan dana secara terbuka melalui sistem QRIS, yang ditujukan bagi masyarakat terdampak bencana alam di berbagai wilayah Sumatera.

Berbagai penampilan seni budaya turut memeriahkan acara ini, termasuk musik campursari, Tari Sigeh Pengunten, dan Tari Prajurit. Puncak acara adalah pagelaran wayang kulit dengan lakon Bimo Krido, yang dibawakan oleh dalang Ki Sigit Mursito Endrat, dalang cilik Ki Nareswara Praba, serta Ki Ir Harjanto.

Sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian budaya, Pangdam XXI/Radin Inten menyerahkan tokoh wayang kepada para dalang. Kegiatan ini sekaligus menandai acara perdana Kodam XXI/Radin Inten yang diperkenalkan langsung kepada masyarakat Lampung, menegaskan eksistensi dan kesiapan satuan dalam tugas pertahanan dan pengabdian.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif Kodam XXI/Radin Inten. Beliau memuji cara Kodam mengemas peringatan Hari Juang TNI AD melalui pendekatan seni dan budaya lokal.

Menurut Gubernur Mirza, kegiatan semacam ini merupakan sarana yang sangat efektif untuk mempererat hubungan harmonis antara TNI dan masyarakat. Hal ini juga secara signifikan memperkuat persatuan di tengah keberagaman budaya yang menjadi ciri khas Lampung.

Gubernur menambahkan bahwa Lampung adalah daerah majemuk dengan latar belakang suku dan budaya yang sangat beragam. Keberagaman ini, tegasnya, akan menjadi kekuatan besar apabila terus dirawat dan dijaga bersama oleh seluruh elemen masyarakat.

Memasuki Tahun 2026, Gubernur Mirza mengajak semua pihak untuk menghadapi tantangan pembangunan secara kolaboratif. Tantangan tersebut mencakup isu lingkungan, ekonomi, hingga upaya penguatan sumber daya manusia. Dalam kesempatan yang sama, Pangdam juga mengumumkan pembukaan rekrutmen calon prajurit TNI AD untuk Bintara dan Tamtama periode Januari hingga Februari 2026.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi