Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mengambil langkah strategis dalam upaya pengendalian banjir di wilayahnya. Langkah ini diwujudkan melalui program perluasan kawasan resapan air yang intensif. Inisiatif ini berfokus pada optimalisasi sejumlah lokasi vital.
Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin HR, secara langsung meninjau pelaksanaan program tersebut pada Jumat (09/01). Peninjauan ini dilakukan di dua titik utama, yakni pengerukan kawasan Pulau Insan dan normalisasi Sungai Belitung. Program ini bertujuan untuk mengurangi dampak genangan air.
Perluasan kawasan resapan air ini tidak hanya berfungsi sebagai solusi mitigasi banjir. Namun juga sebagai upaya Pemerintah Kota Banjarmasin untuk mengoptimalkan aset daerah yang belum termanfaatkan. Diharapkan program ini memberikan manfaat ganda bagi masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Optimalisasi Pulau Insan sebagai Ruang Retensi dan Destinasi Wisata
Pulau Insan, yang terletak di Jalan Zafri Zamzam, Banjarmasin Barat, menjadi salah satu fokus utama dalam program perluasan kawasan resapan air ini. Kawasan ini merupakan aset lama Pemerintah Kota Banjarmasin yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara maksimal. Pengerukan sedang gencar dilakukan di lokasi ini.
Wali Kota Yamin menekankan potensi besar Pulau Insan jika ditata dengan baik. “Ini aset Pemkot yang lama, sebelumnya tidak terpakai dan tidak dimanfaatkan. Padahal lokasinya sangat bagus dan sayang kalau dibiarkan,” ujar Yamin. Ia berharap kawasan ini segera dibersihkan dan dirapikan.
Ke depan, Pulau Insan tidak hanya akan berfungsi sebagai kawasan wisata kota. Namun juga sebagai ruang retensi dan penampungan air yang krusial. Fungsi ganda ini diharapkan dapat membantu mengurangi genangan di wilayah sekitar seperti Rawasari, Kerokan, hingga Sungai Sutoyo.
Advertisement
Material hasil pengerukan di Pulau Insan tidak akan dibuang sia-sia. Material tersebut akan dimanfaatkan untuk penataan kawasan. Rencananya, hasil pengerukan akan digunakan untuk membuat taman, menambah nilai estetika dan keasrian area tersebut.
Advertisement
Normalisasi Sungai Belitung untuk Kelancaran Aliran Air
Selain Pulau Insan, Pemerintah Kota Banjarmasin juga memprioritaskan normalisasi Sungai Belitung. Wali Kota Yamin melanjutkan peninjauannya ke lokasi ini setelah dari Pulau Insan. Tujuannya adalah untuk melihat langsung progres pengerukan sungai.
Pengerukan Sungai Belitung merupakan bagian integral dari upaya normalisasi aliran air di kawasan tersebut. Wali Kota didampingi oleh Kepala Bidang Sungai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Syafiq Huwaida, dalam peninjauan ini.
Syafiq Huwaida menjelaskan bahwa pengerukan ini vital untuk meningkatkan kapasitas tampung sungai. “Pengerukan ini kita lakukan untuk mengembalikan fungsi sungai agar aliran air lebih lancar dan tidak mudah meluap,” jelas Syafiq. Hal ini sangat penting terutama saat curah hujan tinggi.
Advertisement
Upaya normalisasi Sungai Belitung merupakan langkah preventif yang signifikan. Dengan aliran air yang lebih lancar, diharapkan dapat mencegah dan mengurangi genangan di kawasan sekitar. Ini menunjukkan komitmen Pemkot dalam pengendalian banjir.
Advertisement
Manfaat Ganda untuk Pengendalian Banjir dan Pembangunan Kota
Program perluasan kawasan resapan air dan normalisasi sungai ini menunjukkan visi Pemerintah Kota Banjarmasin yang komprehensif. Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada solusi jangka pendek. Namun juga pada pembangunan berkelanjutan kota.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Banjarmasin berharap dapat mencapai manfaat ganda. Pertama, sebagai solusi efektif dalam pengendalian banjir yang menjadi masalah rutin di kota tersebut. Kedua, sebagai pengembangan destinasi wisata baru.
Penataan aset daerah seperti Pulau Insan menjadi ruang terbuka hijau dan lokasi wisata baru. Ini akan memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Warga dapat menikmati fasilitas rekreasi sambil merasakan dampak positif dari upaya mitigasi banjir.
Advertisement
Komitmen Pemkot Banjarmasin dalam mengintegrasikan pengendalian banjir dengan pengembangan kota patut diapresiasi. Upaya ini mencerminkan pendekatan holistik. Diharapkan dapat menciptakan Banjarmasin yang lebih tangguh dan nyaman bagi warganya.
Sumber: AntaraNews