Bank Kalsel Targetkan Dividen Rp61 Miliar, Perkuat Kontribusi Ekonomi Daerah

Bank Kalsel targetkan setoran dividen sebesar Rp61 miliar tahun ini, didorong oleh kinerja keuangan positif dan fokus pada pembiayaan UMKM.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bank Kalsel Targetkan Dividen Rp61 Miliar, Perkuat Kontribusi Ekonomi Daerah
Bank Kalsel targetkan setoran dividen sebesar Rp61 miliar tahun ini, didorong oleh kinerja keuangan positif dan fokus pada pembiayaan UMKM. (AntaraNews)

PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan atau Bank Kalsel menargetkan peningkatan setoran dividen yang akan disalurkan kepada para pemegang saham, termasuk Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, senilai Rp61 miliar pada tahun ini. Target ambisius ini mencerminkan optimisme perusahaan terhadap kinerja keuangan yang terus membaik.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, menjelaskan bahwa membaiknya likuiditas perusahaan menjadi faktor utama di balik peningkatan target dividen ini. "Membaiknya likuiditas perusahaan berdampak langsung pada peningkatan target setoran dividen," kata Fachrudin di Banjarmasin, Sabtu.

Kinerja keuangan Bank Kalsel secara keseluruhan terus menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan yang menggembirakan. Untuk tahun buku 2025 yang dibayarkan tahun ini, dividen yang disetorkan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mencapai Rp56 miliar, meningkat dari realisasi tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp55,5 miliar.

Kinerja Keuangan dan Strategi Pertumbuhan Bank Kalsel

Bank Kalsel menunjukkan kinerja yang solid dengan pertumbuhan aset, Dana Pihak Ketiga (DPK), dan portofolio kredit yang kuat. Laba bersih konsolidasi Bank Kalsel tercatat sebesar Rp261,55 miliar pada Kuartal II 2025, tumbuh 15,36% secara tahunan. Peningkatan aset juga turut ditopang oleh tumbuhnya DPK yang mencapai Rp22,05 triliun, menunjukkan kepercayaan masyarakat yang tinggi terhadap layanan perbankan Bank Kalsel.

Selain mengejar target dividen, Bank Kalsel juga gencar memperluas akses pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Strategi ini sangat penting mengingat postur pendapatan terbesar bank saat ini masih didominasi oleh pendapatan bunga kredit. Penyaluran kredit kepada debitur skala kecil ini dinilai sangat strategis.

Fachrudin menyebut bahwa langkah ini tidak hanya menjadi motor utama pendapatan perusahaan, tetapi juga diharapkan mampu mendorong perluasan usaha masyarakat. "Kami ingin memperkuat kontribusi terhadap roda pembangunan ekonomi di Banua," tambahnya. Fokus pada UMKM ini sejalan dengan upaya Bank Kalsel untuk mendukung pembangunan ekonomi lokal di Kalimantan Selatan.

Tren positif ini sejalan dengan kondisi likuiditas perbankan yang terus membaik di Kalimantan Selatan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalsel juga mencatat kinerja sektor perbankan di wilayah tersebut menunjukkan tren positif dengan penyaluran kredit tumbuh 5,89 persen menjadi Rp83,14 triliun hingga Maret 2026. Hal ini mengindikasikan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan Bank Kalsel.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi