Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan bergerak cepat menangani insiden tanah longsor. Bencana alam ini melanda ruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) yang menghubungkan Desa Muarasindang Ilir dengan Desa Watas, Kecamatan Sindang Danau.
Peristiwa longsor ini terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras pada Kamis (1/1) malam. Akibatnya, material tanah menutupi total akses jalan, mengganggu mobilitas warga dan kendaraan.
Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, longsoran tanah sepanjang 20 meter dengan ketinggian empat meter ini sempat melumpuhkan lalu lintas. Tim gabungan segera diterjunkan pada Jumat (2/1) untuk mempercepat proses evakuasi material longsor.
Advertisement
Advertisement
Kronologi dan Dampak Tanah Longsor di Jalinsum OKU Selatan
Tanah longsor yang menimpa Jalinsum OKU Selatan ini dipicu oleh intensitas curah hujan yang tinggi pada Kamis (1/1) malam. Material longsoran berupa tanah dari atas bukit menimbun ruas jalan utama yang vital bagi konektivitas antar desa.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD OKU Selatan, Heri Pramono, menjelaskan bahwa longsoran memiliki panjang sekitar 20 meter dan lebar enam meter. Ketinggian material tanah mencapai empat meter, menyebabkan akses jalan tertutup sepenuhnya.
Beruntung, saat kejadian, kondisi jalan lintas provinsi tersebut dalam keadaan sepi sehingga tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Namun, dampak Penanganan Tanah Longsor OKU Selatan ini sangat terasa pada kelancaran arus lalu lintas kendaraan roda dua maupun roda empat yang lumpuh total.
Advertisement
Advertisement
Upaya Cepat BPBD OKU Selatan dalam Penanganan Tanah Longsor
Menyikapi kondisi darurat ini, BPBD OKU Selatan segera mengerahkan personel ke lokasi bencana pada Jumat (2/1) untuk memulai proses evakuasi material longsor. Langkah cepat ini bertujuan untuk memulihkan kembali arus lalu lintas agar dapat beroperasi normal.
Dalam operasi Penanganan Tanah Longsor OKU Selatan ini, tim gabungan yang terdiri dari personel BPBD, TNI, Polri, serta dibantu masyarakat bahu-membahu membersihkan timbunan tanah. Dua unit alat berat juga diterjunkan untuk mempercepat pemindahan material longsor ke tempat pembuangan.
Heri Pramono menambahkan, untuk sementara waktu, tim Satgas Bansor di lapangan telah membuka jalan alternatif. Jalan ini diperuntukkan bagi kendaraan roda dua dengan sistem buka tutup guna mengurangi penumpukan kendaraan.
Advertisement
Proses evakuasi material longsor di Desa Muarasindang Ilir telah rampung 100 persen pada Sabtu (3/1), mengembalikan kelancaran lalu lintas dan aktivitas warga. Kendaraan roda empat kini dapat kembali melintasi jalur utama setelah seluruh material berhasil dibersihkan.
Sumber: AntaraNews