Tarif Rp1 Berlaku, MRT Jakarta Angkut 326 Ribu Penumpang Saat Tahun Baru 2026

PT MRT mencatat ada kenaikan jumlah pelanggan yang menggunakan layanan MRT Jakarta selama momen pergantian tahun.

Winda Nelfira
Oleh Winda Nelfira - Reporter
Tarif Rp1 Berlaku, MRT Jakarta Angkut 326 Ribu Penumpang Saat Tahun Baru 2026
Warga saat menaiki Mass Rapid Transit (MRT) di Stasiun, Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Jumat (27/12/2024). (Liputan6.com/Angga Yuniar) (© 2025 Liputan6.com)

PT MRT Jakarta mencatat sebanyak 326.372 pelanggan menggunakan layanan MRT Jakarta selama penerapan tarif khusus Rp1 pada momen pergantian Tahun Baru 2026. Kebijakan tarif tersebut diberlakukan selama dua hari, yakni Rabu, 31 Desember 2025 dan Kamis, 1 Januari 2026.

Jumlah pelanggan terdiri atas 185.895 pelanggan pada 31 Desember 2025 dan 140.477 pelanggan pada 1 Januari 2026. Angka keterangkutan ini menunjukkan kenaikan 7,59 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencatat 303.345 pelanggan.

“Penerapan tarif Rp1 ini menjadi salah satu bentuk dukungan MRT Jakarta dalam menyediakan transportasi publik yang terjangkau, sekaligus mendorong masyarakat untuk beralih menggunakan angkutan umum, terutama pada momen pergantian tahun,” kata Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda), Rendy Primartantyo dalam keterangan tertulis, Jumat (2/1/2026).

Penyesuaian Jam Operasional

Selain menerapkan tarif khusus, MRT Jakarta juga melakukan penyesuaian pola operasional dengan memperpanjang jam layanan hingga pukul 02.00 WIB pada Kamis, 1 Januari 2026. Menurut Rendy, kebijakan tersebut dilakukan untuk mengakomodasi mobilitas masyarakat yang menghadiri berbagai kegiatan perayaan Tahun Baru di sepanjang koridor MRT Jakarta.

Ia menjelaskan, MRT Jakarta telah melakukan berbagai langkah antisipasi untuk mengelola lonjakan pelanggan selama dua hari tersebut. Upaya itu meliputi penambahan personel di stasiun dan kereta, penyiapan stok kartu perjalanan, serta optimalisasi alat pembaca kartu di seluruh stasiun.

“Kami melakukan sejumlah persiapan dan mitigasi crowd management agar pergerakan pelanggan tetap berjalan tertib, aman, dan nyaman, meskipun terjadi peningkatan jumlah pengguna secara signifikan,” kata Rendy.



Blok M Hub

Di sisi lain, MRT Jakarta juga mencatat tingginya aktivitas masyarakat di kawasan sekitar stasiun yang telah dikembangkan sebagai ruang publik. Salah satunya di Blok M Hub, yang menjadi destinasi favorit masyarakat selama libur Tahun Baru.

Selama periode 31 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026, tercatat sebanyak 145.855 orang mengunjungi Blok M Hub. Adapun kawasan itu dikembangkan dengan prinsip transit oriented development (TOD).

“Pengembangan kawasan di sekitar stasiun MRT Jakarta sebagai ruang terbuka publik yang aman dan nyaman menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk menikmati kota. Hal ini turut mendorong peningkatan penggunaan transportasi publik, khususnya MRT Jakarta,” ucap Rendy.

Rekomendasi