Fadli Zon Dituduh Lecehkan Adat Usai Naik Panggung Sanggabuwana, Maha Menteri Buka Suara

Seluruh kegiatan yang dilakukan saat peresmian Tata Pamer Museum dan Panggung Sanggabuwana tersebut telah seizin Maha Menteri KGPA Tedjowulan

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Fadli Zon Dituduh Lecehkan Adat Usai Naik Panggung Sanggabuwana, Maha Menteri Buka Suara
Fadli Zon Dituduh Lecehkan Adat Usai Naik Panggung Sanggabuwana, Maha Menteri Buka Suara (Merdeka.com)

Pelecehan adat Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang dituduhkan kepada Menteri Kebudayaan Fadli Zon oleh GKR Timoer Rumbay menjadi polemik. Maha Menteri Kanjeng Gusti Panembahan Agung (KGPA) Tedjowulan melalui juru bicara Kangjeng Pakoenegoro buka suara.

Menurutnya, seluruh kegiatan yang dilakukan saat peresmian Tata Pamer Museum dan Panggung Sanggabuwana tersebut telah seizin Maha Menteri KGPA Tedjowulan sebagai Plt Raja Keraton Kasunanan Surakarta, pasca mangkatnya Paku Buwono XIII, 2 November lalu.

"Seluruh rangkaian kegiatan peresmian Tata Pamer Museum dan Panggung Sanggabuwana Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat sudah seizin Maha Menteri KGPA Tedjowulan sebagai pelaksana fungsi ad interim Raja/Sunan di Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan Ketua Tim Lima Revitalisasi Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat," ujar Pakoenegoro, Rabu (24/12).

Pakoenegoro juga menyampaikan bahwa semasa PB XIII masih hidup, Fadli Zon juga masuk dan naik ke Panggung Sanggabuwana.

"Pada kunjungan kerja pertama Menteri Kebudayaan ke Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, 23 Januari 2025, ketika ISKS Paku Buwono XIII taksih sugeng (masih hidup), beliau juga masuk dan naik ke Panggung Sanggabuwana dan tidak ada persoalan apa pun," ungkap Pakoenegoro.

PB XIV Mangkubumi Membantah Ada Pelecehan Adat

Sebelumnya, PB XIV Mangkubumi alias Hangabehi menolak tudingan kakaknya tersebut. Putra tertua PB XIII menegaskan tidak ada aktivitas yang melanggar adat dalam acara peresmian bangunan Sanggabuwana yang telah selesai direvitalisasi oleh pemerintah pusat.

"Enggak ada pelecehan adat. Enggak ada. Itu kan sudah ada sumpahnya dulu," ujar Mangkubumi saat ditemui di Masjid Agung Keraton Surakarta seusai salat Jumat (19/12).

Menurut Mangkubumi, saat dimulainya pembangunan sudah ada prosesi wilujengan (selamatan) untuk ritual minta izin ke atas," terangnya.

Mangkubumi berdalih mengatakan bahwa ia dan Fadli Zon harus masuk ke Panggung Sanggabuwana karena ada kepentingan, yakni untuk mengecek bangunan yang ada di dalam setelah revitalisasi.

"Itu kan bagian dari finalisasi peresmian. Kan harus ditinjau, yang di dalam kan juga diganti semua, didandani (diperbaiki). Kalau enggak boleh melihat ke dalam ya bagaimana," keluhnya.

Jadi Pro Kontra

Keputusan Fadli Zon, PB XIV Mangkubumi dan sejumlah kerabat keraton masuk dan naik ke tempat sakral tersebut menjadi pro dan kontra. Kubu PB XIV Purboyo melalui kakaknya GKR Timoer Rumbay menuding tindakan tersebut sebagai bentuk pelecehan adat.

Rumbay menilai masuknya rombongan ke Panggung Sanggabuwana tidak lewat koordinasi dengan kubu PB XIV Purboyo. Menurut Timoer, tidak sembarang orang bisa masuk ke menara yang dianggap sakral itu.

"Setahu kami, itu tempat sakral yang dipergunakan hanya untuk raja dan orang-orang yang sudah disumpah raja untuk melakukan upacara, itu saja," ucapnya.

Rumbay tidak menyangka bahwa Menteri Fadli Zon akan masuk ke dalam Panggung Sanggabuwana saat peresmian. Dia menuding hal itu sebagai pelecehan adat.

"Kalau yang Sanggabuwana, kami tidak diajak rembukan (diskusi) untuk masalah, mereka akan naik. Menurut saya sih itu pelecehan, pelecehan adat ya," tudingnya.

Rekomendasi