Bansos untuk Korban Banjir-Longsor, Mensos Pastikan Tanpa Syarat KTP dan KK

Diketahui, dalam bencana banjir-longsor di tiga provinsi tersebut telah menelan ratusan korban jiwa.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Bansos untuk Korban Banjir-Longsor, Mensos Pastikan Tanpa Syarat KTP dan KK
Retakan terlihat di tanah di Wajima, prefektur Ishikawa, Jepang pada 1 Januari 2024 setalah gempa bumi. (Foto: Berita Kyodo melalui AP) (© 2025 Liputan6.com)

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul memastikan, masyarakat yang tertimpa bencana atau musibah di Aceh-Sumatra bisa mendapatkan Bantuan Sosial (Bansos) tanpa menunjukkan KTP atau KK.

Diketahui, dalam bencana banjir-longsor di tiga provinsi tersebut telah menelan ratusan korban jiwa.

"Tidak ada lah. Jadi tidak ada yang seperti itu (diminta lihatkan KTP-KK). Malah kita bantu. Kita akan koordinasi dengan daerah, bagaimana supaya warga yang terdampak ini bisa memperoleh bantuan apapun," kata Gus Ipul di The Sultan Hotel, Jakarta, Selasa (9/12) malam.

"Misalnya pengurusan KTP yang hilang, ijazah yang hilang, ya. Bahkan mungkin kemarin disampaikan oleh Mendagri pengurusannya akan digratiskan dan mungkin juga nanti akan dibantu oleh pemerintah," ujaranya.

Tidak ada warga yang harus menunjukkan KTP atau KK

Dia menegaskan, tidak ada warga yang harus menunjukkan KTP atau KK dalam memperoleh bantuan sosial.

"Jadi tidak ada, secara khusus seperti itu tidak ada. Malah kita bantu. Kalau Anda yang kesulitan-kesulitan harus kita bantu," tegasnya.

Gus Ipul memastikan, bakal memberikan bantuan atau membantu masyarakat terdampak meski dokumen penting yang dimilikinya hilang.

"Ya kalau untuk yang di daerah bencana ya tentu kita akan cari cara lain kan. Kalau memang KTP-nya, ijazahnya, atau dokumen yang dimiliki itu hilang. Itu harus kita bantu," ujarnya.

Kerja sama dengan pemerintah daerah

Namun, ia belum bisa menjelaskan secara rinci bagaimana cara untuk mengaplikasikan di lokasi bencana tersebut. Akan tetapi, pihaknya akan melakukan kerja sama dengan pemerintah daerah setempat.

"Ya nanti kita lihat, kita cari nanti assessmentnya seperti apa. Ya kan? Nanti tentu kita kerja sama dengan pemerintah daerah, kerja sama dengan Camat ya, dengan Kepala Desa gitu, untuk kemudian menemukan cara bagaimana mereka bisa segera memperoleh dokumen-dokumen yang hilang itu, bisa diperbaiki kembali," katanya.

Rekomendasi