Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria masuk daerah Meunasah Lhok di Kabupaten Pidie Jaya. Meunasah Lhok adalah salah satu wilayah yang paling terdampak berat dalam bencana yang melanda beberapa daerah di Pulau Sumatera.
Di Meunasah Lhok, aliran air sungai masuk ke kampung-kampung karena sungai mengalami pendangkalan, lumpur mengendap di sungai, cekungan terturup lumpur hingga rata, sehingga air meluber ke pemukiman warga. "Menciptakan sungai-sungai baru, dan air membajiri jalan depan rumah warga," dikutip di Jakarta, Jumat (5/12).
Untuk memulihkan sungai, kata Nezar, diperlukan upaya untuk mengggali bekas endapan lumpur yang endapannya kurang lebih sepanjang sekitar satu kilometer, agar sungai normal kembali. Sehingga selanjutnya program rekonstruksi kawasan terdampak ini bisa dikerjakan.
Rumah warga, kata Nezar, banyak yang tertimbun lumpur hingga satu setengah meter. "Saya menyaksikan banyak warga, baik pria maupun perempuan, bekerja keras membersihkan rumahnya masing-masing pakai skop, menggali dan membersihkan lumpur pasir yang sudah mengeras, bahkan ada yang setinggi pintu."
Dari Pidie Jaya, bersama timnya, Nezar Patria datang ke Bireuen untuk memeriksa dan memulihkan jalur telekomunikasi. "BTS di seluruh Aceh umumnya terganggu fungsinya karena ketiadaan listrik. Sekarang sudah diatasi separuhnya bisa menyala. Kita sudah koordinasi dengan PLN dan Pertamina, semoga pekan ini 75-90 persen BTS dapat menyala kembali," katanya.
Advertisement
Serahkan Satu Uni Starlink
Di Pidie Jaya, Wamenkomdigi Nezar menyerahkan satu unit Starlink dan genset kelada Bupati Pidie Jaya untuk membantu komunikasi di pos-pos bantuan bencana.
Di Bireuen tim yang dipimpin Nezar mengunjungi Posko Bencana di Kantor Bupati Bireuen. Mengadakan rapat sejenak dengan Bupati Bireuen, Nezar menyerahkan satu unit Starlink dan genset untuk Bireuen, dan dua buah unit Starlink dan satu genset kepada Dandim Bireuen untuk diteruskan ke Danrem Lilawangsa, Lhokseumawe, Aceh Utara.
"Kita titipkan ke Danrem yang nantinya akan membantu komunikasi di daerah Lokop, Aceh Timur. Di sana ada kima desa hilang disapu banjir. Alat telekomunikasi sangat kurang di sana," ujar Nezar.
Pada saat di Bireuen, Nezar juga menuju ke Kecamatan Juli dan berhenti di jembatan yang menghubungkan Juli dan jalan ke arah Kabupaten Bener Meriah. “Jembatan kokoh ini bahkan terputus separuh. Bener Meriah terisolir. Kita berikan satu unit Starlink kepada relawan TIK, yang akan digunakan untuk kebutuhan warga berkomunikasi," ujar Nezar.
Advertisement
Usaha Menyeberangkan Starlink
Di ujung jembatan, warga membangun jaringan kabel yang bisa mengangkut barang. "Kita seberangkan unit Starlink itu ke wilayah Bener Meriah melalui keranjang yang bergulir melalui kabel itu, semoga membantu memulihkan komunikasi di masa tanggap darurat," Nezar menambahkan.
Saat ini, dari 3443 BTS yang ada diseluruh Provinsi Aceh, sudah 51 persen beroperasi kembali. Matinya BTS, kata Nezar, oleh karena listriknya padam, sementara BTS masih tegak berdiri, kecuali di beberapa yang terkena dampak karena posisinya di tempat yang tinggi.
Jalur komunikasi telekomunikasi terputus juga karena beberapa Fiber Optik (FO) yang terputus oleh karena jembatan putus.