Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Hong Kong telah membentuk tim koordinasi keluarga. Tim ini bertugas membantu pemulangan jenazah WNI korban kebakaran apartemen Wang Fuk Court di Tai Po. Tragedi kebakaran besar ini terjadi pada pekan ini, menewaskan sejumlah warga negara Indonesia.
Pembentukan tim ini bertujuan untuk memastikan keluarga korban memperoleh informasi yang jelas dan akurat. Mereka akan mengelola proses repatriasi jenazah serta detail kepulangan. KJRI Hong Kong berkomitmen penuh dalam penanganan kasus ini demi ketenangan keluarga.
Hingga Sabtu (29/11), tujuh WNI dipastikan meninggal dunia dalam insiden kebakaran tersebut. Seluruh korban merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di sektor domestik. KJRI Hong Kong terus berkoordinasi intensif dengan pihak kepolisian setempat.
Advertisement
Advertisement
Upaya KJRI dalam Penanganan Korban Kebakaran Hong Kong
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Yvonne Mewengkang, menjelaskan peran penting tim koordinasi keluarga. "Tim Family Engagement ini tugasnya untuk repatriasi jenazah, menyampaikan penjelasan kapan kepulangan jenazah, dan detail-detail lain agar para keluarga memperoleh informasi," kata Yvonne. Tim ini menjadi jembatan komunikasi utama antara keluarga dan pihak berwenang di Hong Kong.
KJRI Hong Kong secara aktif menjaga komunikasi dengan keluarga korban WNI. Mereka menyadari bahwa kejelasan informasi sangat penting bagi keluarga yang ditinggalkan. Komunikasi intensif dilakukan melalui panggilan video dan telepon untuk memberikan pembaruan terkini.
Proses identifikasi jenazah korban kebakaran masih terus berlangsung. Beberapa WNI telah berhasil diidentifikasi, namun ada yang memerlukan sampel DNA dari keluarga. Hal ini untuk mempermudah dan mempercepat proses pengenalan identitas.
Advertisement
Advertisement
Detail Tragedi dan Kondisi WNI di Wang Fuk Court
Kebakaran besar melanda kompleks hunian Wang Fuk Court di Tai Po, Hong Kong, pada Rabu (26/11) lalu. Insiden tragis ini menyebabkan dampak yang sangat luas. Sekurangnya 128 orang tewas dan 79 orang terluka.
Dari total WNI yang bekerja di Wang Fuk Court, tercatat ada 140 orang. Semua WNI tersebut adalah Pekerja Migran Indonesia di sektor domestik. Hingga saat ini, kondisi 61 WNI telah berhasil dikonfirmasi oleh pihak berwenang.
Penyelidikan terkait penyebab kebakaran masih terus bergulir. Sebanyak 11 orang telah ditahan sehubungan dengan kasus kebakaran besar ini. Pihak berwenang berupaya mengungkap tuntas insiden tragis tersebut.
Advertisement
Sumber: AntaraNews