Kemkomdigi Dorong Literasi Digital Generasi Muda: Kunci Menuju Ruang Digital Sehat dan Indonesia Emas 2045

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menekankan pentingnya Literasi Digital Generasi Muda untuk menciptakan ruang digital yang sehat dan bertanggung jawab. Simak strategi mereka!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kemkomdigi Dorong Literasi Digital Generasi Muda: Kunci Menuju Ruang Digital Sehat dan Indonesia Emas 2045
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan peran strategis Indonesia.go.id sebagai portal informasi nasional yang mengenalkan wajah Ibu Pertiwi ke dunia luar. (Merdeka.com)

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) meminta generasi muda untuk menjadi pemimpin yang cerdas dalam menggunakan teknologi dan kecerdasan buatan (AI). Pernyataan ini disampaikan oleh Direktur Informasi Publik Kemkomdigi, Nursodik Gunarjo, saat membuka kegiatan CommuniAction di Batam, Kepulauan Riau, pada Kamis (27/11).

Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan komunikasi publik dan menjadikan kreativitas sebagai kekuatan nasional. Hal ini sangat penting untuk menjaga ruang digital tetap sehat dari fenomena "tsunami informasi" yang kerap terjadi. Nursodik Gunarjo menegaskan, "Di sinilah inovasi dan kreativitas bertemu dengan tanggung jawab publik."

Kegiatan CommuniAction merupakan bagian dari upaya Kemkomdigi untuk mempersiapkan Indonesia Emas 2045, sebuah visi Indonesia yang maju secara ekonomi dan dewasa dalam berkomunikasi. Melalui forum ini, diharapkan tercipta ekosistem digital yang produktif, sehat, dan bertanggung jawab di seluruh lapisan masyarakat.

Nursodik Gunarjo menyoroti fenomena "tsunami informasi" yang seringkali memicu kepanikan dan kesalahpahaman di masyarakat. Banyak kabar yang beredar melalui pesan singkat, namun setelah ditelusuri seringkali tidak benar. Kondisi ini menunjukkan urgensi Literasi Digital Generasi Muda dalam menyaring informasi.

Tenaga Ahli Dirjen KPM Kemkomdigi, Latief Siregar, menambahkan bahwa reputasi publik dapat runtuh dalam hitungan detik di era digital. Satu kesalahan berbicara atau kekeliruan menyampaikan informasi, ketika dipotong dan disebarkan tanpa konteks, mampu menciptakan badai persepsi yang sulit dikendalikan. Latief mencontohkan, "Bagaimana kesalahan komunikasi dapat mengakibatkan runtuhnya Silicon Valley Bank (SVB) di Amerika Serikat dalam waktu 48 jam, hanya karena pernyataan direksi mengenai kesulitan likuiditas disebarkan secara tidak utuh oleh salah satu pemodal."

Latief Siregar juga menekankan bahwa masyarakat kini hidup di tengah kecepatan scroll digital, di mana video 8 detik dianggap lebih meyakinkan dibanding penjelasan resmi sepanjang delapan lembar. "Kecepatan memutuskan jauh mengalahkan kecepatan memahami. Di ruang serba cepat, fakta sering kalah oleh persepsi. Karena itu literasi digital bagi seluruh kalangan sangat penting," ucap jurnalis senior tersebut. Oleh karena itu, Literasi Digital Generasi Muda menjadi krusial bagi seluruh kalangan masyarakat.

CommuniAction bukan hanya acara tahunan, melainkan gerakan nasional yang menyatukan pemerintah, komunitas, akademisi, media, dan generasi muda. Nursodik Gunarjo menyebutnya sebagai kontribusi nyata menuju Indonesia Emas 2045. Ini adalah platform untuk membangun tata kelola komunikasi publik yang responsif, terpercaya, dan berorientasi pada aksi konkret.

Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, yang hadir mewakili Wali Kota Batam, menegaskan bahwa komunikasi publik adalah instrumen strategis pembangunan daerah dan nasional. "Di era percepatan transformasi digital, komunikasi bukan hanya soal menyampaikan informasi, tetapi penentu arah kebijakan. Salah komunikasi dapat berujung pada salah persepsi dan salah keputusan. Karena itu, komunikasi terencana harus menjadi kultur kerja bersama," ujarnya.

Kegiatan CommuniAction ini merupakan platform sinergi, kolaborasi, dan aksi nyata yang menyatukan tiga kekuatan utama komunikasi publik di Ditjen KPM. Ketiga kekuatan tersebut adalah Media Monitoring FoMo, Pemberdayaan Komunitas melalui IGID Menyapa, dan Penguatan Konten Kreatif melalui SOHIB Berkelas. Ini menunjukkan pendekatan komprehensif dalam penguatan Literasi Digital Generasi Muda.

Acara ini menghadirkan tokoh dan praktisi komunikasi strategis, yaitu Latief Siregar (Tenaga Ahli Ditjen Komunikasi Publik dan Media), Dody Rochady (CEO Brightminds Communication), Singgih Aji Abiyuga (Head Production Indonesia.go.id) dan Rulli Nasrullah (akademisi dan praktisi media digital). Keempatnya membahas manajemen isu, riset perilaku publik, serta tantangan narasi di ruang digital yang tidak lagi mengenal batas waktu.

Kemkomdigi berharap CommuniAction 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat kemitraan lintas sektor. Tujuannya adalah membangun ekosistem ruang digital Indonesia yang sehat, produktif, serta bertanggung jawab. Ini juga merupakan upaya untuk memperkuat Literasi Digital Generasi Muda dalam menghadapi derasnya arus informasi.

Dengan adanya forum ini, diharapkan masyarakat semakin mampu menyaring informasi dan tidak mudah terprovokasi oleh kabar yang tidak benar. Kemampuan untuk membedakan fakta dan hoaks adalah fondasi penting dalam menjaga stabilitas sosial dan mencegah kesalahpahaman antartetangga dan saudara.

Menjadi langkah nyata menuju ekosistem ruang digital Indonesia yang sehat, produktif, serta bertanggung jawab. Sekaligus memperkuat literasi publik dalam menghadapi derasnya arus informasi. Kemkomdigi berkomitmen untuk terus mendukung inisiatif yang mendorong penggunaan teknologi secara cerdas dan bertanggung jawab.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi