Curhat Para Pemburu Job Fair yang Mulai Gelisah Tak Kunjung Dapat Kerja

Para pemburu job fair ini bercerita bagaimana mereka berjuang demi mendapatkan pekerjaan impiannya.

Magang
Oleh Magang - Reporter
Curhat Para Pemburu Job Fair yang Mulai Gelisah Tak Kunjung Dapat Kerja
Curhat Para Pemburu Job Fair yang Mulai Gelisah Tak Kunjung Dapat Kerja (Merdeka.com)

Jakarta Job Fest 2025 di Kartika Expo, Balai Kartini, Jakarta Selatan, dipadati pencari kerja sejak pagi. Mereka datang dari berbagai kota dengan niat mencari kerja.

Membawa map dan penuh semangat. Namun di tengah antusiasme itu, ada kegelisahan yang dialami. Mereka menilai persaingan pencarian kerja saat ini begitu sulit. Tantangan utama yang dihadapi sukar untuk ditembus, seperti usia dan isu adanya orang dalam.

Reza Zaki Kesuma, lulusan Ilmu Komunikasi tahun 2024, datang seorang diri dari Purwakarta menceritakan keluh kesahnya. Ia datang sejak pukul 07.00 WIB. Perjalanan dari Purwakarta ke Jakarta menghabiskan ongkos Rp140.000. Semua itu demi demi mengincar posisi content specialist.

Reza mengaku tantangan terberat dalam mencari kerja bukan jarak atau biaya, melainkan harus kalah dengan orang dalam. Persoalan ini berkali-kali ia alami.

“Kalau enggak usaha, ya jadi pengangguran. Tapi yang berat itu kalah sama orang dalam. Udah beberapa kali begitu,” kata dia.

Lain hal dengan Amira. Fresh graduate lulusan sarjana hukum ini mengeluh lantaran sulit menemukan lowongan pekerjaan yang sesuai dengan bidangnya. Ia selalu menemukan posisi marketing dan sales yang sejatinya tidak ia minati.

“Banyakan sales atau SPG. Saya nyari hukum, tapi jarang banget,” katanya.

Tak hanya itu saja, Amira mengakui, proses mencari kerja memberi tekanan besar pada kondisi mentalnya. Ada kalanya ia merasa tidak percaya diri, terutama ketika melihat teman-teman lain sudah lebih dulu mendapat pekerjaan.

“Kadang muncul pikiran, ‘Aku mampu nggak sih?’ saat lihat teman-teman yang udah kerja duluan,” ujarnya.

Pencari Kerja Senior Tersaingi Pelamar Muda

Curhat Para Pemburu Job Fair yang Mulai Gelisah Tak Kunjung Dapat Kerja
Curhat Para Pemburu Job Fair yang Mulai Gelisah Tak Kunjung Dapat Kerja Merdeka.com

Asep, warga Bekasi yang saat ini bekerja sebagai sopir taksi listrik, pun tak luput dari kegalauan. Ia datang ke acara itu untuk mencari posisi yang lebih stabil.

Dia mengaku persaingan semakin ketat, terutama dengan banyaknya pelamar berusia muda. Ditambah perusahaan mematok batas usia ketika merekrut karyawan.

“Yang senior juga punya pengalaman. Sayang kalau enggak diberi kesempatan,” ujar Asep.

Job Fair Dianggap Lebih Aman dari Penipuan Lowongan

Pemprov DKI Jakarta gelar Job Fair Disabilitas 2025 di TIM, buka 107 lowongan kerja dan pelatihan.
Pemprov DKI Jakarta gelar Job Fair Disabilitas 2025 di TIM, buka 107 lowongan kerja dan pelatihan. © 2025 Liputan6.com

Persoalan mendapatkan kerja bukan perkara adanya orang dalam dan usia saja, ternyata juga soal penipuan. Itu yang membuat Rahma lebih percaya mencari kerja di Jobfair. Kata lulusan S2 ini, job fair memberikan rasa aman dari maraknya lowongan kerja palsu.

“Sekarang banyak lowongan tipu-tipu. Kalau job fair resmi begini lebih terpercaya,” jelasnya.

Kendati begitu, ia pun mengkritik gelaran job fair agar tidak hanya sekadar formalitas semata. Maksudnya, ia berharap agar perusahaan juga jujur membutuhkan karyawan bukan hanya karena dapat tekanan dari pemerintah untuk menggelar jobfair.

“Jangan cuma buka lowongan untuk formalitas. Banyak orang jauh-jauh datang ke sini,” tegas Rahma.

Sebagaimana diketahui, Jakarta Job Fest 2025 merupakan inisiatif yang digelar Pemprov DKI Jakarta bersama Kementerian Ketenagakerjaan untuk memberikan informasi lowongan pekerjaan.

Acara ini digelar selama dua hari sejak 13 hingga 14 November 2025. Jakarta Job Fest 2025 menghadirkan puluhan perusahaan dari sektor perbankan, otomotif, retail, hingga teknologi.

Reporter Magang: Ahmad Subayu

Rekomendasi