BPK Indonesia Terpilih Jadi Anggota UN Board of Auditors Periode 2026-2032, Bukti Pengakuan Global

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Indonesia resmi terpilih sebagai anggota UN Board of Auditors untuk periode 2026-2032. Ini menjadi pengakuan dunia atas profesionalisme dan kredibilitas BPK dalam tata kelola.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BPK Indonesia Terpilih Jadi Anggota UN Board of Auditors Periode 2026-2032, Bukti Pengakuan Global
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI kini resmi menjadi anggota lembaga audit eksternal PBB, menandai pengakuan internasional atas profesionalisme dan kredibilitas Indonesia dalam tata kelola keuangan global. (AntaraNews)

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Indonesia berhasil meraih posisi penting di kancah internasional setelah terpilih sebagai anggota United Nations Board of Auditors (UN BoA) untuk periode 2026-2032. Pengumuman ini disampaikan oleh Wakil Ketua BPK, Budi Prijono, yang memimpin delegasi Indonesia dalam Sidang Komite Kelima Majelis Umum PBB di New York.

Pemilihan BPK ini berlangsung pada Jumat (08/11) dan hasilnya diumumkan sehari kemudian, menandai pencapaian signifikan bagi Indonesia. Keberhasilan ini tidak hanya menunjukkan profesionalisme BPK, tetapi juga menegaskan kredibilitas Indonesia di mata dunia internasional dalam bidang audit dan tata kelola keuangan.

Posisi ini menempatkan BPK Indonesia untuk bekerja sama dengan lembaga audit dari Prancis dan Brasil, mengemban tugas penting mengaudit berbagai badan PBB. Keterlibatan BPK diharapkan dapat memperkuat akuntabilitas dan transparansi dalam operasional organisasi global tersebut.

Terpilihnya BPK sebagai anggota UN Board of Auditors merupakan cerminan nyata dari pengakuan global terhadap profesionalisme dan kredibilitas Indonesia. Wakil Ketua BPK, Budi Prijono, menegaskan bahwa pencapaian ini membuktikan peran aktif BPK dalam mempromosikan praktik tata kelola pemerintahan yang baik di tingkat global.

Menurut Prijono, Indonesia telah menunjukkan dirinya sebagai mitra yang kompeten, dapat dipercaya, dan benar-benar berkontribusi. Keberhasilan ini juga sejalan dengan komitmen Indonesia dan banyak negara lain untuk mendorong reformasi tata kelola di dalam PBB, seperti yang disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir.

BPK akan menggantikan National Audit Office dari China yang sebelumnya mewakili kawasan Asia-Pasifik. Ini adalah momentum penting bagi Indonesia untuk menunjukkan kepemimpinan dan keahliannya di forum internasional, khususnya dalam bidang pengawasan keuangan dan manajerial.

Sebagai anggota UN BoA, BPK diharapkan dapat membantu memperkuat tata kelola global, terutama dalam pengawasan keuangan dan manajerial di lingkungan PBB. Keanggotaan ini datang pada waktu yang krusial di tengah reformasi PBB yang sedang berlangsung, memberikan kesempatan bagi BPK untuk berkontribusi secara langsung.

BPK telah menyatakan komitmennya untuk memperkuat akuntabilitas, transparansi, dan tata kelola yang baik dalam PBB melalui audit yang independen, profesional, efisien, dan inovatif. Komitmen ini akan menjadi landasan bagi BPK dalam menjalankan tugasnya selama enam tahun ke depan.

Selain peran barunya di UN BoA, BPK juga terpilih sebagai Ketua International Organization of Supreme Audit Institutions (INTOSAI) untuk periode 2028-2031 dan akan menjadi tuan rumah Kongres Internasional Lembaga Audit Tertinggi (INCOSAI) ke-26 pada tahun 2028. Ini menunjukkan kepercayaan komunitas internasional yang tinggi terhadap BPK.

Pencalonan Indonesia untuk UN BoA pertama kali diumumkan pada tahun 2021. Dukungan dari negara-negara anggota berhasil diamankan melalui diplomasi intensif yang dilakukan oleh BPK dan Kementerian Luar Negeri, baik secara bilateral maupun dalam berbagai forum internasional, yang akhirnya mengarah pada pemilihan BPK secara aklamasi.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi