Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menegaskan bahwa Jakarta Economic Forum (JEF) 2025 adalah wujud kolaborasi nyata. Forum ini melibatkan berbagai pemangku kebijakan untuk membangun Jakarta. Hal ini disampaikan saat acara puncak Opening Ceremony JEF di Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu.
JEF, yang kini memasuki penyelenggaraan ketiga, telah bertransformasi dari forum akademis menjadi gerakan kolaboratif lintas sektor. Tujuannya adalah memperkuat stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan di ibu kota. Inisiatif JEF 2025 ini menunjukkan komitmen bersama dalam memajukan Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, turut mengapresiasi kolaborasi antara Bank Indonesia, Pemprov DKI Jakarta, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Menurutnya, sinergi ini merupakan kunci utama dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang berbudaya. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat eksistensi Jakarta di kancah nasional dan internasional.
Advertisement
Advertisement
JEF 2025: Dari Narasi Menjadi Aksi Nyata Kolaborasi
Iwan Setiawan dari Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta menekankan bahwa Jakarta Economic Forum (JEF) 2025 bukan sekadar narasi, melainkan tindakan nyata. Seluruh elemen masyarakat dan institusi bersatu padu untuk membangun Jakarta. "Ini menjadi simbol nyata bahwa kolaborasi bukan hanya sekedar narasi tapi tindakan nyata seluruh elemen dalam membangun Jakarta,” katanya.
Kota Jakarta memiliki potensi besar untuk memperkuat eksistensinya sebagai pusat perekonomian nasional dan kota global yang kompetitif. Sejak pertama kali digelar, JEF telah berevolusi menjadi forum kolaboratif yang melibatkan banyak pihak. Forum ini bertujuan memperkuat stabilitas ekonomi Jakarta dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan. Kolaborasi ini menjadi fondasi penting bagi kemajuan ibu kota.
Pada acara puncak JEF 2025, Bank Indonesia bersama Pemprov DKI, Kodam Jaya, Polda Metro Jaya, dan OJK menampilkan berbagai produk UMKM. Ini menunjukkan dukungan konkret terhadap pelaku usaha kecil dan menengah. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga menyambut baik inisiatif JEF dalam membangun Jakarta sebagai kota global dan berbudaya.
Advertisement
Advertisement
Fokus pada Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan UMKM
JEF 2025 secara khusus memfokuskan diri pada pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Kedua sektor ini diyakini sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi Jakarta. Selain itu, sektor-sektor ini juga berperan sebagai penggerak ekonomi rakyat dan penguat identitas budaya kota.
Dalam rangka mendukung sektor-sektor tersebut, JEF 2025 menghadirkan 80 gerai UMKM di Gelora Bung Karno. Gerai-gerai ini menampilkan produk kerajinan dan kuliner dari pelaku UMKM binaan berbagai institusi. Kehadiran gerai ini memberikan platform bagi UMKM untuk memamerkan produk mereka dan menjangkau pasar yang lebih luas.
"Kami menghadirkan 80 gerai yang diisi oleh pelaku UMKM yang merupakan binaan dari institusi terkait dan juga gerai edukasi dari jasa layanan maupun komunitas yang dapat membantu masyarakat,” jelas Iwan Setiawan. Selain gerai produk, JEF juga menyediakan gerai edukasi dari jasa layanan dan komunitas. Gerai edukasi ini bertujuan membantu masyarakat dan pelaku UMKM dalam mengembangkan usaha mereka. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen JEF dalam menggerakkan roda perekonomian Jakarta secara inklusif.
Advertisement
Advertisement
Menjaga Stabilitas Harga Pangan dan Pasar Murah
Bank Indonesia dan Pemprov DKI Jakarta juga berkomitmen menjaga stabilitas harga komoditas pangan di ibu kota. Dalam upaya ini, JEF 2025 menghadirkan tiga unit truk pangan dari BUMD Jakarta. Kehadiran truk pangan ini merupakan langkah konkret untuk memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.
Selain truk pangan, JEF juga menyelenggarakan pasar murah di kawasan Gelora Bung Karno. Pasar murah ini bertujuan membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Inisiatif ini menunjukkan perhatian terhadap daya beli masyarakat, khususnya di tengah fluktuasi harga komoditas.
Seluruh kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi pihak terkait yang bertujuan membangun ekonomi Jakarta. Setelah melalui diskusi dan rekomendasi, JEF bertransformasi menjadi aksi nyata dalam menggerakkan ekonomi Jakarta. Upaya ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian warga Jakarta secara berkelanjutan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews