Mantan bintang Manchester United, Luis Nani, kembali menyapa para penggemar Setan Merah di Indonesia untuk ketiga kalinya. Kehadiran Nani kali ini berlangsung dalam sebuah acara temu dan sapa yang digelar di toko resmi adidas Pacific Place, Jakarta Selatan, pada Jumat, 25 Oktober.
Pemain yang baru saja pensiun pada Agustus 2024 ini menyatakan kebahagiaannya bisa kembali mengunjungi Indonesia. Ia mengaku semakin terbiasa dengan suasana negara yang menurutnya sangat indah dan kota-kotanya yang menawan.
Dalam kesempatan tersebut, Nani juga mengungkapkan rasa betahnya dengan keramahan masyarakat Indonesia. Ia bahkan merasa seperti berada di rumah sendiri setiap kali berkunjung ke Tanah Air karena sambutan hangat yang selalu diterimanya.
Advertisement
Advertisement
Kehangatan Sambutan Fans Indonesia Buat Nani Betah
Luis Nani, pesepak bola profesional berusia 38 tahun, secara terang-terangan menyampaikan kekagumannya terhadap keramahan masyarakat Indonesia. Pengalaman positif ini membuatnya selalu merasa nyaman dan disambut baik setiap kali datang ke Jakarta.
"Orang-orang di sini sangat ramah dan mereka menerima kalian dengan sangat baik," ujar Nani. Ia menambahkan bahwa perlakuan tersebut membuatnya merasa seperti bagian dari mereka, yang sangat membantu Nani menikmati perjalanannya.
Perasaan "seperti di rumah" ini menjadi alasan kuat mengapa Nani selalu antusias untuk kembali. Kunjungan ketiganya ini membuktikan ikatan emosional yang terjalin antara legenda Manchester United ini dengan para penggemarnya di Indonesia.
Advertisement
Advertisement
Kilas Balik Karier Gemilang Luis Nani Manchester United
Nani menghabiskan delapan tahun kariernya bersama Luis Nani Manchester United setelah didatangkan dari Sporting Lisbon pada tahun 2007. Selama periode tersebut, ia menorehkan total 230 penampilan di berbagai kompetisi.
Kontribusinya tidak hanya terbatas pada jumlah pertandingan, tetapi juga mencakup 41 gol dan 66 assist yang dicatatkannya. Angka-angka ini menunjukkan peran vital Nani dalam serangan Setan Merah di bawah kepemimpinan Sir Alex Ferguson.
Puncak kejayaan Nani bersama Manchester United adalah perolehan 12 trofi bergengsi. Koleksi ini termasuk empat gelar Liga Primer Inggris dan satu trofi Liga Champions, yang menjadi bukti dominasi tim pada masanya.
Advertisement
Advertisement
Kenangan Manis Trofi Liga Champions 2008
Mengenang masa-masa kejayaannya, Nani menyoroti pentingnya kebersamaan tim. "Kenangan terbaik saya adalah semua trofi. Kita menang bersama. Di area ajaib itu. Dengan semua superstar. Semua pemain besar. Kita bermain bersama. Itulah kenangan terbaik saya," ungkapnya.
Ia juga menambahkan, "Karena tanpa para pemain itu. Kita tak mungkin menang begitu banyak untuk klub itu. Dan bermain di bawah Alex Ferguson. Itu sesuatu yang istimewa. Sangat istimewa." Pengalamannya bermain di bawah arahan Sir Alex Ferguson menjadi salah satu hal yang paling berkesan.
Salah satu momen paling diingat Nani adalah kemenangan Liga Champions pada tahun 2008 di Moskow, Rusia. Dalam final tersebut, ia bermain selama 19 menit dan turut serta dalam adu penalti yang mengalahkan Chelsea 7-6.
Advertisement
Final Liga Champions 2008 adalah yang pertama dari tiga final yang diikuti Nani selama berseragam Manchester United. "Aku punya kesempatan ini. Aku bermain di tiga final. Kurasa aku orang yang beruntung. Saat bermain untuk klub sebesar United," pungkas pemain kelahiran Amadora, Portugal tersebut.
Sumber: AntaraNews