KAI Commuter semakin memperkuat posisinya sebagai tulang punggung transportasi regional dengan mencatat lonjakan signifikan jumlah penumpang pada layanan Commuter Line (KRL) Yogyakarta–Solo (Palur), menandai pertumbuhan yang substansial dalam mobilitas harian masyarakat.
Sepanjang tahun ini, hingga September 2025, moda transportasi ini membukukan total 6.621.287 pengguna. Jumlah tersebut sebuah meningkata tajam sebesar 13,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang mencapai 5.853.776 pengguna.
Peningkatan ini, yang terjadi khususnya di stasiun-stasiun yang terintegrasi dengan moda transportasi lain, menggarisbawahi semakin vitalnya peran Commuter Line dalam ekosistem transportasi publik di kawasan tersebut.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menyatakan bahwa pertumbuhan ini erat kaitannya dengan kemudahan akses dan integrasi antarmoda yang ditawarkan.
“Pertumbuhan pengguna Commuter Line mayoritas terjadi di stasiun-stasiun yang telah terintegrasi dengan moda dan fasilitas layanan transportasi lainnya. Ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin memilih Commuter Line sebagai bagian dari perjalanan terpadu mereka,” ujar Karina, Jumat (24/10).
Lanjut Karina, di Daerah Istimewa Yogyakarta, Stasiun Yogyakarta dan Stasiun Lempuyangan berperan sebagai simpul transportasi utama. Kedua stasiun ini mengintegrasikan layanan Commuter Line Yogyakarta–Solo (Palur) dengan Commuter Line Prameks dan layanan KA Jarak Jauh.
"Hingga September 2025, volume pengguna Commuter Line di Stasiun Yogyakarta tumbuh sebesar 9,6 persen dengan total mencapai 1.861.618 orang. Untuk Lempuyangan, pertumbuhannya lebih tinggi. Yaitu 16,7 persen, melayani total 976.948 pengguna Commuter Line," kata dia.
Tren positif serupa juga terpantau di Kota Solo dan wilayah penyangga. Stasiun-stasiun besar di Solo yang terintegrasi dengan fasilitas transportasi lain turut menyumbang pertumbuhan signifikan.
"Stasiun Solo Jebres mencatat lonjakan pengguna sebesar 18,8 persen, melayani 572.374 orang. Stasiun Solo Balapan tumbuh sebesar 1 persen, melayani 697.908 orang," urainya.
Dikatakannya, Stasiun Solo Balapan memudahkan masyarakat di sekitar Kota Solo untuk menggunakan transportasi umum karena terintegrasi langsung dengan Terminal Tirtonadi, yang menghubungkan Solo dengan berbagai kota lain.
Sementara di daerah penyangga, Stasiun Klaten yang terintegrasi dengan KA Jarak Jauh mencatatkan pertumbuhan impresif sebesar 20,1 persen atau sebanyak 471.191 pengguna.
"Pertumbuhan paling tinggi tercatat di Stasiun Palur, yang juga terintegrasi dengan KA Aglomerasi (seperti KA BIAS). Stasiun ini mengalami kenaikan volume pengguna sebesar 20,6 persen, melayani hingga 651.970 pengguna Commuter Line," ungkapnya.
Karina menambahkan, tren positif yang berkelanjutan ini merupakan cerminan dari semakin tingginya kepercayaan publik terhadap moda transportasi publik berbasis rel.
“KAI Commuter menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengguna yang telah menjadikan Commuter Line sebagai pilihan utama transportasi mereka. Kami akan terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan integrasi,” katanya.
Advertisement