YPT alias Ance (26) kembali berurusan dengan polisi setelah selama satu tahun menjadi daftar pencarian orang (DPO). Ance terlibat dalam kasus perusakan gerobak bubur di Pasar Tanjung Lengkong, Bidara Cina, Jakarta Timur, yang membuatnya menjadi buronan aparat.
Kini, pelariannya berakhir. Namun bukan karena kasus perusakan gerobak, melainkan lantaran membakar istrinya sendiri akibat tersulut api cemburu.
Kasubnit 1 Krimum Polres Metro Jakarta Timur, Ipda Robby Sidiq, menerangkan, aksi itu terjadi pada 24 April 2024. Waktu itu, pria ini mengamuk di pasar hanya gara-gara soal bubur kacang hijau.
Dalam keadaan mabuk, Ance menodongkan senjata tajam ke penjual bubur bernama Rusnodin.
"Untuk modus operandinya, pelaku merasa emosi terhadap korban perihal pembelian bubur karena saat itu dalam keadaan mabuk. Pelaku berniat membacok korban dengan senjata tajam," kata dia kepada wartawan, Kamis (23/10).
Beruntung warga cepat melerai, namun insiden tersebut membuat gerobak bubur hancur berantakan.
"Tetapi karena dihalangi oleh warga dan temannya, pelaku bisa dialihkan dan hanya merusak daripada gerobak itu sendiri," ucap dia.
Sebelum sempat ditangkap, Ance kabur. Ia berpindah-pindah tempat, hingga petugas kesulitan melacak.
"Kalau untuk DPO, terkendala yang tersangka ini kabur berpindah-pindah tempat yang tidak kita ketahui lokasinya di mana. Karena saat kita menggunakan alat ataupun petunjuk daripada saksi-saksi, kita sudah datangi ke lokasi tersebut ternyata pelaku sudah berpindah tempat," ucap dia.
Ketika jadi buronan polisi dalam kasus perusakan gerobak bubur, Ance justru bersembunyi di rumah istrinya, CAU (24). Bukannya melapor, sang istri justru membantu menyembunyikan suaminya.
"Saya sampaikan bahwasannya korban ini awalnya sebenarnya sudah membantu tersangka dalam hal ini suaminya pada saat dilakukan DPO. Bahkan dia menyembunyikan suaminya, melindungi suaminya ini yang sekarang menjadi tersangka," ujar Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Timur, AKP Sri Yatmini, kepada wartawan, Kamis (23/10).
Petaka pun datang pada 13 Oktober 2025. Semua itu berawal dari permasalahan rumah tangga. Sang suami menuduh istrinya memiliki hubungan dengan pria lain setelah mendengar kabar dari adiknya sendiri.
"Adiknya tersangka menjelaskan kembali bahwasannya melihat korban berjalan dengan seorang laki-laki, yang mana disangkakan dia adalah ada hubungan gelap," ujar dia.
Sri mengatakan, suami korban, YPT mencoba mengkonfirmasi langsung kepada istrinya. Namun, saat ditanya, korban tidak menjawab. Hal itu membuat emosi pelaku langsung meledak.
"Senin pagi itu menanyakan kepada korban, apakah benar melakukan perbuatan tersebut. Namun korban tidak menjawab dan tidak mengiyakan dan tidak mengakui," ucap dia.
Dia menerangkan, pelaku sempat menyuruh seseorang membeli bensin. Setelah mendapatkan bensin, ia kembali menanyai korban. Namun, lagi-lagi korban tak menjawab.
"Kemudian tersangka ini menyiramkan bensin kepada istrinya dalam hal ini korban ke arah muka dada dan sekujur tubuh. Kemudian setelah itu tersangka memantik korek api sehingga mengakibatkan terbakarnya korban," ucap dia.
Dia menerangkan, warga sekitar yang mengetahui hal itu langsung datang membantu. Korban dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi luka bakar serius di bagian wajah dan dada. Sedangkan, pelaku sudah melarikan diri.
Polisi yang datang ke lokasi memasang garis polisi dan mengamankan barang bukti berupa pakaian korban yang hangus, satu botol berisi sisa bensin, pakaian tersangka, serta hasil visum.
"Jadi setelah dibantu sudah disembunyikan oleh korban, ternyata korban malah dilakukan PKDRT dengan cara dibakar. Bahwasannya video yang framing luar biasa itu memang yang bersangkutan luar biasa," ucap dia.
Ance kabur lagi. Tapi pelariannya kali ini tak lama. Polisi berhasil menangkapnya di wilayah Bekasi pada Sabtu malam, 18 Oktober 2025. Saat dibekuk, ia sempat mengaku baru memakai narkoba, tapi hasil tes urine dinyatakan negatif.
"Untuk saat ini, yang bersangkutan memang pernah mengakui bahwasannya sebelum kami tangkap dia sehabis menggunakan. Tapi pada saat kami lakukan cek urin, negatif," katanya.
Advertisement