Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,3 telah mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Peristiwa ini terjadi pada Senin dini hari, tepatnya pukul 00.04.28 WIB.
Pusat gempa berada di laut, sekitar 82 kilometer barat laut Kabupaten Timor Tengah Utara, pada koordinat 9,06 derajat Lintang Selatan dan 123,97 derajat Bujur Timur. Kedalaman gempa tercatat 75 kilometer, menunjukkan sumber yang cukup dalam.
Guncangan gempa ini dirasakan secara signifikan di berbagai daerah, termasuk Maumere, Ende, dan Kupang. Intensitas guncangan bervariasi antara skala III hingga IV Modified Mercalli Intensity (MMI).
Advertisement
Advertisement
Detail Lokasi dan Kekuatan Gempa NTT
BMKG secara resmi merilis data terkait kejadian gempa ini melalui laman resminya yang dipantau di Jakarta. Informasi yang disampaikan mencakup detail koordinat dan kedalaman pusat gempa.
Titik episenter gempa magnitudo 6,3 ini terletak di laut, tepatnya pada 9,06 derajat Lintang Selatan dan 123,97 derajat Bujur Timur. Lokasi ini berjarak sekitar 82 kilometer di sebelah barat laut dari Kabupaten Timor Tengah Utara.
Dengan kedalaman hiposenter mencapai 75 kilometer, gempa ini tergolong gempa menengah. Kedalaman tersebut memengaruhi sebaran dan intensitas guncangan yang dirasakan di permukaan.
Advertisement
Advertisement
Intensitas Guncangan dan Dampak Gempa NTT
Guncangan akibat gempa bumi di Timor Tengah Utara ini dirasakan dengan intensitas yang berbeda di beberapa wilayah. Skala intensitas Modified Mercalli Intensity (MMI) digunakan untuk mengukur tingkat getaran yang dirasakan oleh masyarakat.
Wilayah seperti Maumere, Ende, dan Kefamenanu merasakan guncangan pada skala III–IV MMI. Demikian pula di Kupang, Waingapu, dan Lembata, getaran serupa juga dilaporkan.
Menurut BMKG, skala III MMI berarti getaran dirasakan nyata di dalam rumah, seakan-akan ada truk yang berlalu. Sementara itu, pada skala IV MMI, getaran pada siang hari dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah. Bahkan, di luar rumah pun beberapa orang merasakannya, disertai gerabah pecah, jendela atau pintu berderik, serta dinding yang berbunyi.
Advertisement
Advertisement
Imbauan Kewaspadaan Pasca Gempa NTT
Menanggapi peristiwa gempa ini, BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap waspada. Kewaspadaan ini sangat penting mengingat potensi terjadinya gempa susulan.
Gempa susulan merupakan fenomena alam yang sering terjadi setelah gempa utama, meskipun dengan magnitudo yang umumnya lebih kecil. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tetap tenang namun siaga terhadap informasi terbaru.
Penting bagi warga untuk selalu memantau informasi resmi dari BMKG dan tidak mudah percaya pada kabar yang belum terverifikasi. Kesiapsiagaan adalah kunci untuk mengurangi risiko dampak yang tidak diinginkan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews