Santap Menu Bazar, 83 Murid dan 3 Guru di Luwu Timur Muntah dan Diare

Murid dan guru yang mengalami keracunan dilarikan ke sejumlah puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) I Lagaligo untuk mendapatkan perawatan.

Ihwan Fajar
Oleh Ihwan Fajar - Reporter
Santap Menu Bazar, 83 Murid dan 3 Guru di Luwu Timur Muntah dan Diare
Bupati Lutim Irwan Bachri Syam meninjau murid dan guru yang mengalami keracunan. (merdeka.com/Ihwan Fajar).

Keracunan makanan dialami 85 murid dan tiga guru Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Luwu Timur usai menyantap makanan bazar. Murid dan guru yang mengalami keracunan dilarikan ke sejumlah puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) I Lagaligo untuk mendapatkan perawatan.

Bupati Lutim Irwan Bachri Syam mengatakan para murid dan guru yang keracunan mengalami muntah, sakit perut, diare hingga sesak napas. Para murid yang keracunan menjalani perawatan di Puskesmas Mangkutana, Tomoni, dan Tomoni Timur serta RSUD I Lagaligo.

"Kurang lebih 85 siswa dan tiga orang guru mengalami keracunan," ujar Irwan.

Irwan menjelaskan kronologi kejadian berawal saat sekolah menggelar bazar. Dalam kegiatan tersebut, para siswa menyajikan makanan untuk dinikmati bersama.

"Dalam kegiatan tersebut, para siswa menyajikan makanan untuk dinikmati bersama. Namun sayangnya terjadi kelalaian, sehingga sekitar 85 orang mengalami keracunan," ujar dia.

Sejumlah siswa terlihat masih menjalani perawatan dengan infus terpasang di tangan. Meski demikian, kondisi para korban dilaporkan mulai membaik setelah mendapatkan penanganan medis.

"Kami berharap seluruh anak dan guru yang mengalami keracunan mendapatkan penanganan yang baik. Alhamdulillah, kondisi mereka dari waktu ke waktu terus membaik," kata dia.

 

Bupati Lutim Irwan Bachri Syam meninjau murid dan guru yang mengalami keracunan. (merdeka.com/Ihwan Fajar).
Bupati Lutim Irwan Bachri Syam meninjau murid dan guru yang mengalami keracunan. (merdeka.com/Ihwan Fajar).

Irwan menegaskan pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan rumah sakit, pihak sekolah, dan tenaga kesehatan untuk memastikan seluruh korban mendapatkan pelayanan yang maksimal.

"Saya juga telah menyampaikan kepada Bapak Direktur, Kepala Sekolah, serta seluruh tenaga medis di masing-masing puskesmas terdekat untuk memastikan seluruh anak kita beserta para guru dirawat dengan baik," jelasnya.

Salah satu menu yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut adalah Rice Bowl dengan berbagai lauk, termasuk ayam suwir dan lalapan. Namun penyebab pasti insiden itu masih belum diketahui karena sampel makanan masih dalam pemeriksaan.

Sementara itu, pemeriksaan sampel makanan dan penelusuran penyebab dugaan keracunan masih terus dilakukan. Pemerintah daerah berharap jumlah korban tidak bertambah seiring pemantauan terhadap sekitar 150 orang yang mengonsumsi makanan dalam kegiatan bazar tersebut.

"Dari total kurang lebih 150 orang yang menerima makanan tadi. Semoga saja tidak semuanya nantinya terindikasi maupun harus dirawat di puskesmas maupun rumah sakit," tandasnya.

 

Rekomendasi