BMKG Maritim Lampung memprakirakan banjir rob berpotensi terjadi di sejumlah wilayah pesisir pada 12–15 Oktober 2026.
Prakirawan BMKG Maritim Lampung, Eka Suci, menyebut, potensi rob dipengaruhi fase Bulan Baru pada 10 Oktober 2026 yang dapat meningkatkan ketinggian muka air laut maksimum.
"Ya, dengan adanya kondisi ini berpotensi berdampak terhadap aktivitas masyarakat di kawasan pesisir Lampung," ujar Eka saat dikonfirmasi, Senin (5/10/2026).
Kenaikan pasang tersebut berpeluang memicu banjir pesisir di pesisir Bandar Lampung, Tanggamus, Lampung Selatan, Pesawaran, pesisir timur Lampung, hingga Pesisir Barat.
Menurut Eka, dampak dapat dirasakan pada aktivitas bongkar muat di pelabuhan, permukiman warga di kawasan pesisir, tambak garam, hingga perikanan darat.
"Kondisi tersebut dapat memicu potensi rob di sejumlah wilayah," sambungnya.
Ia meminta masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di tepi pantai mengantisipasi potensi kenaikan muka air laut.
"Karena itu, masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan selama periode potensi rob tersebut," pintanya.
Advertisement
Pantau Info Banjir Rob dari BMKG
Eka mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca maritim dan kondisi pasang maksimum air laut yang dikeluarkan BMKG.
Kewaspadaan terutama perlu ditingkatkan oleh masyarakat yang beraktivitas di kawasan pesisir dan pelabuhan pada periode 12–15 Oktober 2026.
"Untuk masyarakat di wilayah pesisir diimbau selalu waspada dan siaga mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut serta memperhatikan pembaruan informasi dari BMKG," imbuh Eka.