Menteri Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Natalius Pigai, secara langsung mengajak warga Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, agar aktif dalam mengidentifikasi kebutuhan Penguatan, Pemajuan, Perlindungan, Penegakan, dan Pemenuhan HAM (P5HAM) di lingkungan mereka. Ajakan ini disampaikan dalam sebuah acara di Madina pada Minggu, 19 Oktober, yang dihadiri oleh ribuan masyarakat setempat.
Pigai menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan rakyat dalam upaya pemenuhan hak asasi manusia. Ia meminta masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan dan masukan secara langsung kepada instansi wilayah. Hal ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama dan memastikan pelayanan HAM yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat.
Pihaknya berkomitmen penuh untuk memastikan kesejahteraan masyarakat melalui pelayanan dan penegakan HAM yang nyata. Menurut Pigai, semua yang dimiliki pemerintah merupakan hak absolut rakyat, sehingga harus digunakan dan dimanfaatkan secara maksimal. Masyarakat diimbau untuk tidak ragu memanfaatkan fasilitas dan konsultasi yang disediakan oleh Kementerian HAM.
Advertisement
Advertisement
Pentingnya Partisipasi Masyarakat dalam P5HAM
Menteri HAM Natalius Pigai menegaskan bahwa partisipasi aktif masyarakat merupakan kunci utama dalam keberhasilan program P5HAM. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat Madina untuk tidak hanya menjadi objek, tetapi juga subjek dalam proses identifikasi dan pemenuhan hak-hak dasar mereka. "Untuk itu, sampaikan langsung kepada instansi wilayah guna memperkuat sinergi antarpemerintah dan rakyat," ujar Menteri HAM Pigai di Madina.
Pigai juga mengingatkan bahwa hak-hak tersebut harus digunakan dan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat. Ia menekankan bahwa semua fasilitas dan layanan yang disediakan oleh pemerintah merupakan hak absolut rakyat. Oleh karena itu, masyarakat didorong untuk aktif mencari informasi dan memanfaatkan setiap kesempatan yang ada.
Masyarakat dapat menikmati pelayanan HAM dari Kementerian Hak Asasi Manusia dengan melakukan konsultasi masalah terkait. Konsultasi ini bisa dilakukan bersama perwakilan kantor wilayah Kementerian HAM yang tersebar di berbagai daerah. Langkah ini diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat terhadap bantuan dan informasi mengenai hak-hak mereka.
Advertisement
Advertisement
Momen Sejarah dan Komitmen Kementerian HAM
Kedatangan Menteri Pigai ke Madina memiliki makna penting karena bertepatan dengan peringatan Hari Bakti Kementerian HAM. Acara ini menjadi momentum bersejarah sebagai perayaan pertama sejak transformasi kelembagaan Kementerian Hak Asasi Manusia dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto. Sekitar 5.000 masyarakat turut hadir memeriahkan acara tersebut, menunjukkan antusiasme yang tinggi.
Kepala Kanwil KemenHAM Sumut-Kepri, Flora Nainggolan, turut menyampaikan komitmen jajarannya. Ia menegaskan kesiapan Kementerian HAM untuk terus hadir sebagai mitra masyarakat dalam pemenuhan hak-hak dasar. "Kami ada dan siap bekerja sama lintas instansi, menjadi ruang dengar dan mediasi. Kementerian HAM adalah rumah rakyat, maka datanglah kapan saja," ucapnya.
Kunjungan Menteri Pigai disambut meriah oleh ribuan warga Madina dengan arak-arakan adat yang kental. Sebagai bentuk penghormatan dari masyarakat Mandailing Natal, Menteri Pigai juga disematkan ulos kehormatan. Momen ini tidak hanya mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, tetapi juga menegaskan kembali komitmen Kementerian HAM dalam melayani rakyat.
Advertisement
Sumber: AntaraNews