Tahukah Anda? 133 Rumah di Jember Kidul Tanpa Sanitasi Memadai: Kementerian PKP Bangun Sanitasi Kawasan Kumuh Jember

Kementerian PKP memulai proyek pembangunan **sanitasi kawasan kumuh Jember** di Jember Kidul untuk 48 unit rumah, dengan anggaran Rp632 juta. Bagaimana program ini akan mengubah lingkungan Jeki menjadi lebih sehat dan layak huni?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? 133 Rumah di Jember Kidul Tanpa Sanitasi Memadai: Kementerian PKP Bangun Sanitasi Kawasan Kumuh Jember
Kementerian PKP memulai proyek pembangunan **sanitasi kawasan kumuh Jember** di Jember Kidul untuk 48 unit rumah, dengan anggaran Rp632 juta. Bagaimana program ini akan mengubah lingkungan Jeki menjadi lebih sehat dan layak huni? (AntaraNews)

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) telah mengambil langkah konkret untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kelurahan Jember Kidul, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Program pembangunan sanitasi ini menyasar kawasan kumuh yang dikenal dengan sebutan "Jeki". Inisiatif ini bertujuan untuk menyediakan lingkungan hunian yang lebih sehat dan layak bagi warga berpenghasilan rendah di wilayah tersebut.

Menteri PKP Maruarar Sirait, didampingi Inspektur Jenderal Heri Jerman dan Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Sri Haryati, meninjau langsung lokasi rencana pembangunan pada Sabtu, 18 Oktober. Peninjauan ini memastikan kesiapan proyek yang akan dimulai pada 27 Oktober 2025 dan direncanakan selesai pada akhir Desember 2025. Program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam pemerataan akses sanitasi yang memadai.

Proyek ini dibiayai oleh anggaran negara sebesar Rp632 juta untuk 27 unit sanitasi (WC/septitank) dari total 48 unit yang diusulkan. Menteri Maruarar Sirait menekankan pentingnya transparansi anggaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan. Warga diminta untuk turut serta mengawasi kualitas dan pelaksanaan proyek demi tercapainya hasil yang optimal.

Langkah Nyata Pemerintah untuk Lingkungan Sehat

Pembangunan fasilitas sanitasi di kawasan kumuh Jember Kidul ini merupakan wujud nyata dari upaya pemerintah pusat dalam memperbaiki infrastruktur dasar. Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan bahwa program ini adalah bagian integral dari langkah pemerintah untuk menciptakan lingkungan hunian yang lebih sehat. Lingkungan yang layak menjadi hak dasar bagi seluruh masyarakat, terutama mereka yang berada di kawasan padat penduduk.

Maruarar Sirait juga menekankan pentingnya akuntabilitas dalam penggunaan dana publik. "Program itu dibiayai oleh uang rakyat, jadi rakyat harus mengetahui dengan jelas berapa anggarannya, apa bentuk bantuannya, berapa banyak bantuannya," ujarnya. Transparansi ini diharapkan dapat membangun kepercayaan masyarakat terhadap program-program pemerintah.

Selain itu, partisipasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan proyek ini. Menteri PKP meminta warga di sekitar kawasan kumuh untuk aktif membantu mengawasi pembangunan sanitasi. Warga juga didorong untuk melaporkan apabila ditemukan ketidaksesuaian, seperti kualitas pekerjaan yang tidak memenuhi standar. Hal ini memastikan bahwa proyek berjalan sesuai harapan dan memberikan manfaat maksimal.

Detail Anggaran dan Pelaksanaan Proyek Sanitasi

Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (P3KP) Jawa IV, Mustofa Oftan, menjelaskan bahwa program ini merupakan usulan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember. Awalnya, terdapat usulan penanganan untuk 48 unit rumah berdasarkan hasil verifikasi. Anggaran yang tersedia saat ini adalah Rp632 juta, yang akan digunakan untuk membangun 27 unit sanitasi.

Mustofa Oftan menambahkan bahwa total anggaran yang dibutuhkan untuk penanganan 48 unit adalah Rp957 juta. Proyek ini akan dilaksanakan secara swakelola, sebuah metode yang memungkinkan keterlibatan langsung masyarakat setempat. Dengan sistem swakelola, warga sekitar akan diundang untuk bekerja dalam proyek ini dan akan menerima upah yang sesuai.

Pelaksanaan pekerjaan pembangunan sanitasi ini dijadwalkan akan dimulai pada 27 Oktober 2025 dan ditargetkan selesai pada akhir Desember 2025. Jadwal yang ketat ini menunjukkan komitmen untuk segera menyediakan fasilitas sanitasi yang layak bagi warga. Diharapkan, proyek ini dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti dan selesai tepat waktu.

Fokus Penanganan di Jember Kidul: Area 'Jeki'

Berdasarkan hasil verifikasi tahun 2025, luas kawasan kumuh di Jember Kidul tercatat mencapai 32,74 hektare. Dari luasan tersebut, 11,17 hektare di antaranya telah diverifikasi dan siap untuk penanganan. Kawasan ini, yang akrab disebut "Jeki", menjadi prioritas utama karena masih banyak rumah yang belum memiliki sistem pengelolaan sanitasi memadai.

Tercatat ada 133 unit rumah di Jember Kidul yang belum memiliki fasilitas sanitasi yang layak. Kondisi ini tentu berdampak pada kesehatan dan kebersihan lingkungan. Titik tertinggi rumah tanpa fasilitas dasar sanitasi berada di RT 001, RW 005, dengan 28 unit rumah yang sangat membutuhkan intervensi. Ini menunjukkan urgensi program pembangunan sanitasi di area tersebut.

Mustofa Oftan menjelaskan bahwa melalui program ini, pemerintah berencana membangun fasilitas sanitasi yang komprehensif. Kegiatan yang akan dilakukan meliputi pembuatan bilik mandi yang layak, pemasangan kloset leher angsa, serta pembuatan tangki septik. Fasilitas septik tank ini akan dibangun baik secara komunal maupun individu, disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing rumah tangga di kawasan kumuh Jember Kidul.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi