Tahukah Anda, Presiden Prabowo Pantau Medsos untuk Kinerja Menteri Keuangan? Ini Kata Purbaya Yudhi Sadewa!

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap Presiden Prabowo Subianto aktif pantau medsos, bahkan TikTok, untuk menilai kinerja kementeriannya.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda, Presiden Prabowo Pantau Medsos untuk Kinerja Menteri Keuangan? Ini Kata Purbaya Yudhi Sadewa!
Kementerian Keuangan mengklaim telah melunasi seluruh pembayaran subsidi energi 2024 untuk PLN dan Pertamina, namun BUMN terkait merasa masih ada tunggakan. Ada apa sebenarnya di balik perbedaan data Subsidi Energi ini? (Merdeka.com)

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa baru-baru ini mengungkapkan sebuah fakta menarik mengenai cara kerja Presiden Prabowo Subianto. Presiden secara aktif memantau kinerja para menterinya, termasuk Purbaya, melalui berbagai platform media sosial.

Pengungkapan ini disampaikan Purbaya setelah ia melakukan pertemuan penting dengan Presiden Prabowo di kompleks Istana Presiden Jakarta pada hari Selasa. Pertemuan tersebut membahas berbagai kebijakan ekonomi nasional.

Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo tidak hanya memberikan apresiasi terhadap kebijakan yang telah diambil Kementerian Keuangan, tetapi juga menunjukkan bahwa ia mengikuti perkembangan kinerja melalui pantauan di media sosial.

Apresiasi Presiden Melalui Pantauan Medsos

Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi positif terhadap kebijakan yang telah dijalankan oleh Kementerian Keuangan. Presiden menilai langkah-langkah tersebut sebagai upaya yang baik dan agresif dalam memajukan ekonomi nasional.

Yang mengejutkan, apresiasi tersebut tidak hanya berdasarkan laporan formal, melainkan juga dari pantauan langsung Presiden di media sosial. "Presiden hanya mengatakan kebijakannya bagus. Rupanya, Presiden mengamati saya di TikTok," kata Purbaya.

Hal ini menunjukkan bahwa Presiden Prabowo memiliki cara unik dalam memantau dan memahami dinamika kinerja para pembantunya. Penggunaan media sosial sebagai salah satu alat pantauan menjadi indikasi adaptasi terhadap perkembangan teknologi informasi.

Presiden Prabowo juga memberikan dukungan penuh terhadap langkah-langkah Kementerian Keuangan dalam mengembangkan perekonomian nasional. Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat implementasi kebijakan yang ada.

Pentingnya Agresivitas Promosi Program

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti pentingnya promosi program dan capaian pemerintah kepada masyarakat luas. Presiden Prabowo Subianto juga menekankan perlunya sikap agresif dalam menyampaikan informasi ini.

"Artinya, Presiden memantau melalui media. Tampaknya beliau mengapresiasi. Ini adalah langkah yang baik dan agresif. Kita memang harus agresif dalam mempromosikan capaian dan program mendatang, agar masyarakat tahu," ujarnya.

Pernyataan ini mengindikasikan bahwa transparansi dan komunikasi publik menjadi prioritas. Masyarakat perlu memahami kebijakan dan dampaknya agar tercipta dukungan serta partisipasi aktif dalam pembangunan.

Meskipun demikian, Purbaya menambahkan bahwa Presiden belum sempat memberikan masukan langsung kepadanya pada pertemuan tersebut. "Saya datang agak terlambat. Saya kira Presiden akan memberikan masukan di kemudian hari," katanya.

Dukungan dan Referensi dari Presiden

Selain memberikan apresiasi, Presiden Prabowo juga menunjukkan komitmennya untuk mendukung kinerja Kementerian Keuangan. Presiden memiliki tim khusus yang siap membantu jika diperlukan dalam menghadapi berbagai isu strategis.

"Tentu ada beberapa isu di mana Presiden memiliki tim yang bisa mendukung kami jika kami membutuhkannya," tambah Purbaya. Ini menunjukkan adanya sinergi dan koordinasi yang kuat antarlembaga pemerintahan.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo turut membagikan buku-buku yang berisi strategi pembangunan nasional yang sukses sebagai bahan referensi. Hal ini bertujuan untuk memperkaya wawasan dan pendekatan dalam merumuskan kebijakan.

Langkah ini mencerminkan keinginan Presiden untuk memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil didasarkan pada studi mendalam dan pengalaman terbaik. Referensi ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi Kementerian Keuangan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi