Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo Utara secara resmi memperluas kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Langkah strategis ini diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepakatan Rencana Kerja (NKRK) yang bertujuan untuk mengintegrasikan jaminan kesehatan daerah dengan program nasional.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gorontalo, Djamal Adriansyah, menjelaskan bahwa NKRK merupakan fondasi penting bagi program jaminan kesehatan yang terintegrasi. Penandatanganan ini menegaskan komitmen kedua belah pihak dalam menyediakan jaminan kesehatan bagi seluruh masyarakat di Gorontalo Utara.
Proses penandatanganan NKRK ini berlangsung bersamaan dengan rangkaian kegiatan peringatan Hari Pariwisata. Acara bertajuk 'Tourism and Sustainable Transformation for Gorontalo Utara Bercahaya' tersebut digelar di rest area Pontolo Indah, Kecamatan Kwandang, menunjukkan sinergi lintas sektor yang kuat.
Advertisement
Advertisement
Sinergi Lintas Sektor untuk Jaminan Kesehatan Optimal
Djamal Adriansyah menyampaikan apresiasi tinggi atas sinergi yang terjalin antara BPJS Kesehatan dan Pemkab Gorontalo Utara. Ia menyoroti keberhasilan pemerintah daerah dalam mengintegrasikan isu pariwisata, lingkungan, dan kesehatan ke dalam satu rangkaian kegiatan yang komprehensif.
Menurut Djamal, Universal Health Coverage (UHC) atau perluasan kepesertaan JKN bukan sekadar pencapaian angka semata. Lebih dari itu, UHC merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi seluruh lapisan masyarakatnya.
“Dengan adanya NKRK ini, langkah-langkah kita dalam memperluas kepesertaan JKN semakin terarah. Kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi kunci dalam memastikan seluruh penduduk Gorontalo Utara dapat terlindungi, serta kesehatan yang terjamin akan mendukung transformasi berkelanjutan di daerah,” kata Djamal Adriansyah.
Advertisement
Advertisement
Strategi Cerdas di Tengah Keterbatasan Anggaran
Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, mengungkapkan bahwa daerahnya memiliki potensi besar di sektor pariwisata. Namun, dengan kondisi anggaran yang terbatas, diperlukan strategi cerdas dan kolaborasi yang erat antar berbagai pihak.
“Kita memiliki garis pantai terpanjang di Provinsi Gorontalo, sepanjang 317 kilo meter, didukung potensi pariwisata yang sangatlah bagus. Sehingga dalam kondisi anggaran terbatas, diperlukan sinergi dan kolaborasi lintas sektor,” ujar Thariq Modanggu.
Oleh karena itu, pendekatan 'one event for all' atau satu kegiatan untuk semua, dipilih untuk penandatanganan NKRK. Acara penting ini sengaja digelar di kawasan pariwisata, menunjukkan upaya pemerintah daerah dalam mengoptimalkan setiap momentum.
Advertisement
Advertisement
Agenda Strategis dan Capaian Universal Health Coverage
NKRK yang telah ditandatangani mencakup sejumlah agenda strategis yang krusial. Agenda-agenda ini dirancang untuk memperkuat sistem jaminan kesehatan dan memastikan keberlanjutan program JKN di Gorontalo Utara.
- Pemutakhiran data kepesertaan secara berkala.
- Percepatan pendaftaran peserta baru JKN.
- Peningkatan kualitas layanan di fasilitas kesehatan setempat.
- Penguatan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjadi peserta JKN.
Upaya ini sejalan dengan tujuan besar pemerintah daerah untuk memastikan seluruh masyarakat terlindungi, khususnya kelompok rentan non-penerima bantuan iuran (PBI). Data terakhir menunjukkan bahwa cakupan kepesertaan JKN di Gorontalo Utara telah mencapai 99,8 persen dari total penduduk.
Advertisement
Dengan adanya kolaborasi ini, pemerintah daerah bersama BPJS Kesehatan berupaya menutup kesenjangan yang tersisa. Tujuannya adalah agar Gorontalo Utara dapat mempertahankan status Universal Health Coverage (UHC) yang telah dicapai, sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan pariwisata, pelestarian lingkungan, dan kesehatan masyarakat dapat berjalan beriringan.
Sumber: AntaraNews