Tahukah Anda? Pemkab Buol Tambah Dapur MBG, 1.711 Siswa Nikmati Makan Bergizi Gratis!

Pemerintah Kabupaten Buol memperluas jangkauan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menambah dapur baru di Biau, melayani 1.711 siswa. Simak detail lengkap perluasan program ini!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Pemkab Buol Tambah Dapur MBG, 1.711 Siswa Nikmati Makan Bergizi Gratis!
Pemerintah Kabupaten Buol memperluas jangkauan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menambah dapur baru di Biau, melayani 1.711 siswa. Simak detail lengkap perluasan program ini! (Merdeka.com)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buol, Sulawesi Tengah, baru saja menambah satu dapur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya. Penambahan ini bertujuan memperluas cakupan program penting tersebut, khususnya di Kecamatan Biau.

Dapur baru ini akan melayani 1.711 siswa dari berbagai jenjang pendidikan, menegaskan komitmen pemerintah daerah terhadap pemenuhan gizi anak-anak. Inisiatif ini merupakan langkah konkret dalam mendukung kesehatan dan pendidikan generasi muda di Buol.

Program MBG ini tidak hanya berfokus pada aspek gizi, tetapi juga dirancang untuk memberikan dampak positif pada perekonomian lokal. Selain itu, diharapkan dapat berkontribusi dalam mengurangi angka pengangguran di daerah tersebut.

Perluasan Jangkauan dan Target Penerima Manfaat

Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Buol, Tuho Nisman Laia, menjelaskan bahwa hingga saat ini sudah terbentuk tiga unit SPPG di Buol. Ketiga unit tersebut berlokasi di wilayah Bokat, Bunobogu, dan Biau, menunjukkan distribusi yang merata.

Dapur ketiga yang baru ini dikelola oleh SPPG Buolnesia Unggul Sejahtera dan berlokasi strategis di Kelurahan Leok II, Kecamatan Biau. Lokasi ini dipilih untuk memastikan aksesibilitas yang optimal bagi para penerima manfaat.

SPPG Buolnesia akan melayani 1.711 siswa sebagai penerima manfaat awal dari enam lembaga pendidikan yang berbeda di Kecamatan Biau. Lembaga-lembaga ini meliputi Paud SKB, TK Pembina, SDN 16 Biau, SMP 2 Biau, SMK 1 Buol, dan MAN Biau.

Nisman Laia menyatakan, "Pelayanan perdana akan dimulai pada Senin 29 September dengan fokus melayani siswa sekolah dan belum menjangkau kategori B3 atau ibu menyusui dan balita." Ini menunjukkan pendekatan bertahap dalam implementasi program.

Dukungan Penuh dan Kualitas Pelayanan MBG

Program Makan Bergizi Gratis ini mendapatkan dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk aparat keamanan. Danramil 1305-05 Biau, Lettu Infanteri Suyadi, menyebutkan bahwa para pengelola SPPG telah melalui pendidikan semi militer di Jawa dan Makassar. Pelatihan ini bertujuan untuk memastikan operasional program berjalan dengan baik dan sesuai standar.

Suyadi menekankan pentingnya pengawasan terpadu, "Seluruh kegiatan SPPG ini dipantau langsung oleh Badan Gizi Nasional, termasuk kami dari TNI, Polri, serta pemerintah daerah siap melakukan pendampingan, pengawasan, dan monitoring." Hal ini menjamin akuntabilitas dan efektivitas program.

Ia juga menjelaskan bahwa seluruh relawan yang bekerja di dapur MBG memiliki peran krusial dalam mengawal program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Program ini dipandang sebagai investasi penting bagi masa depan bangsa.

Lettu Infanteri Suyadi menambahkan, "MBG ini merupakan bagian penting menuju Indonesia Emas 2045 mendatang." Pernyataan ini menggarisbawahi visi jangka panjang dari program pemenuhan gizi tersebut.

Verifikasi Ketat dan Harapan Pengelola

Ketua Yayasan Buolnesia Unggul Sejahtera, Iksan Handui, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melalui proses verifikasi yang sangat ketat oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Proses ini berlangsung selama empat bulan sebelum akhirnya yayasan tersebut dipercaya menjadi mitra penyelenggara program Makan Bergizi Gratis.

Iksan Handui menyampaikan rasa bangganya, "Tentunya keberhasilan ini merupakan anugerah dan kebanggaan bagi kita semua, sebab standar yang ditetapkan BGN sangat ketat dan hanya sedikit yayasan yang diterima." Ini menunjukkan kualitas dan dedikasi yayasan dalam memenuhi kriteria.

Pihaknya berharap dapur MBG yang dikelola oleh SPPG Buolnesia Unggul Sejahtera dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas. Pengembangan berkelanjutan menjadi fokus utama bagi para pengelola.

Iksan Handui juga menambahkan, "Kami meminta dukungan pemerintah daerah untuk segera memproses penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang ditargetkan terbit pada Oktober ini." Dukungan ini krusial untuk legalitas dan keberlanjutan operasional dapur MBG.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi