Melihat Luasnya Ruang Pemeriksaan Jokowi di Polresta 'Lounge' Surakarta

Pemeriksaan di Solo ini digelar setelah sebelumnya Jokowi tak bisa memenuhi panggilan polisi untuk diperiksa di Polda Metro Jaya.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Melihat Luasnya Ruang Pemeriksaan Jokowi di Polresta 'Lounge' Surakarta
Melihat Luasnya Ruang Pemeriksaan Jokowi di Polresta 'Lounge' Surakarta (Merdeka.com)

Penyidik Polda Metro Jaya memeriksa Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terkait tudingan ijazah palsu. Pemeriksaan terhadap Jokowi dilakukan di Mapolresta Surakarta, Jawa Tengah.

Pemeriksaan di Solo ini digelar setelah sebelumnya Jokowi tak bisa memenuhi panggilan polisi untuk diperiksa di Polda Metro Jaya. Jokowi mengaku tak bisa memenuhi pemeriksaan di Polda Metro Jaya yang dijadwalkan pada 17 Juli 2025 karena alasan kesehatan.

Kepolisian kemudian menjadwalkan ulang pemeriksaan Jokowi. Pemeriksaan Jokowi akhirnya dilakukan di Lantai II Mapolresta Surakarta, Rabu (23/7) ini.

Saat diperiksa, Jokowi didampingi satu kuasa hukum, Yakup Hasibuan. Jokowi terlihat dihadapkan dengan satu orang penyidik dalam satu meja. Eks Wali Kota Solo nampak mengenakan pakaian berwarna putih.

Ruang Pemeriksaan Jokowi di Polresta Surakarta
Ruang Pemeriksaan Jokowi di Polresta Surakarta merdeka.com

Pada foto diterima merdeka.com, ketiganya tidak terlihat tegang. Mereka tampak tersenyum pada proses pemeriksaan tersebut.

Akan tetapi, berbeda dengan ruangan pemeriksaan Polres pada umumnya. Jokowi saat itu diperiksa di ruangan yang cukup luas, bahkan adanya jarak antara meja satu dengan lainnya. Pada umumnya, ruangan pemeriksaan itu memiliki jarak yang tidak jauh atau bahkan berdekatan antara meja satu dengan yang lainnya.

Lalu, untuk ruangan pemeriksaan terhadap Jokowi tersebut bukan hanya luas. Melainkan adanya sebuah tulisan pada tembok di ruangan itu yakni Polres 'Lounge' Surakarta.

Pada ruangan itu juga nampak adanya sejumlah orang lainnya yang terlihat juga seperti sedang menjalani pemeriksaan.

Penjelasan Polisi

Ternyata, ruang itu memang bukan dipakai untuk pemeriksaan dalam menangani suatu perkara dalam kesehariannya. Hal ini dikatakan Kasihumas Polresta Surakarta AKP Umi Supriati.

"Lounge Polresta Surakarta, itu untuk pertemuan atau kalau ada tamu-tamu, emang luas," kata Umi saat dihubungi, Rabu (23/7).

"Tidak untuk pemeriksaan kasus-kasus lain. Karena ada audit, jadi aula dan ruangan semua dipakai," sambung Umi.

Umi menegaskan, ruangan itu tidak disiapkan secara khusus untuk memeriksa mantan Gubernur DKI Jakarta. Apalagi, ruangan yang disebutnya baru itu juga dipinjam oleh Polda bahkan Mabes Polri.

"Tidak (disiapkan khusus). Kemarin teman-teman Pak Jokowi diperiksa juga di situ," tegas Umi.

"Kalau dari Mabes atau Polda lain pinjam ruangan. Yang luas ya di situ, itu ruangan baru," pungkasnya.

Penyidik Polda Metro Jaya akhirnya menyita ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo usai diperiksa selama 3 jam dalam kasus ketidakaalian ijazah, di Mapolresta Surakarta, Rabu (23/7). Dokumen yang disita adalah ijazah SMA dan ijazah Sarjana Universitas Gajah Mada (UGM).

Pantauan merdeka.com, Jokowi mulai memasuki ruang pemeriksaan di lantai dua pukul 10.15 Wib. Mantan Wali Kota Solo itu baru keluar ruangan sekitar pukul 13.15 Wib. Selain kuasa hukum, Jokowi juga didampingi adik iparnya, Wahyudi Andrianto dan teman sekolah di SMAN 6 Solo.

"Tadi juga sudah dilakukan penyitaan ijazah SMA dan ijazah S1 pak Jokowi. Dalam rangka pembuktian dan dalam rangka penyidikan, itu sudah disita," ujar Yakub.

Pihaknya menyambut baik keputusan penyidik Polda Metro Jaya tersebut. Terlebih dari awal sejak Jokowi melaorkan kasus ini ke Polda Metro Jaya, pihaknya berulangkali menyatakan siap.

"Kami sangat welcome karena itu dalam rangka pemenuhan dan dalam rangka investigasi penyidikan," tukasnya.

"Jadi yang disita ijazah aslinya, SMA dan kuliah ya. Itu keduanya sidah disita oleh kepolisian," pungkas Yakub.

Rekomendasi