Siang yang biasanya tenang di Jalan Manyar Sabrangan, Surabaya, berubah menjadi penuh ketegangan. Seekor buaya muara sepanjang dua meter dievakuasi dari rumah seorang warga oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, Selasa (10/6).
Buaya bernama Coki itu telah dipelihara selama tujuh tahun oleh pemiliknya, Zainudin. Warga sekitar yang selama ini hidup dalam kecemasan pun akhirnya bisa bernapas lega setelah proses evakuasi berlangsung dramatis.
Zainudin menceritakan awal mula pertemuannya dengan Coki. Ia menemukan buaya tersebut di Sungai Jagir ketika ukurannya masih kecil dan tampak tak berbahaya.
Dengan naluri merawat, ia membesarkan Coki hingga kini menjadi predator dewasa yang sulit dikendalikan.
"Dulu makannya cuma satu kilo kepala ayam per hari. Sekarang sudah besar banget, makannya makin banyak, saya nggak sanggup lagi ngerawatnya," ujar Zainudin.
Advertisement
Tumbuh Makin Besar
Pertumbuhan Coki yang semakin besar membuat Zainudin kewalahan. Ia pun akhirnya memutuskan menyerahkannya ke pihak berwenang untuk keselamatan bersama.
Namun, proses evakuasi tak semudah yang dibayangkan. Coki menunjukkan agresivitas saat petugas berupaya menangkapnya. Dibutuhkan lima orang anggota BPBD, tali tambang, dan karung goni untuk menjinakkannya dalam proses yang berlangsung sekitar 30 menit.
"Evakuasi cukup sulit karena buaya sempat melawan," ungkap Krisna, petugas BPBD Kota Surabaya. "Kami berusaha sebisa mungkin agar tidak ada korban, dan untungnya berhasil," tambahnya.
Kehadiran buaya itu selama bertahun-tahun sempat menimbulkan kekhawatiran di tengah warga. Salah satunya adalah Yanti, tetangga Zainudin.
"Saya khawatir kalau buaya itu tiba-tiba keluar dari kandangnya dan membahayakan warga. Sekarang rasanya lebih aman setelah dievakuasi," tuturnya.
Setelah berhasil dievakuasi, Coki diserahkan ke Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kota Surabaya untuk penanganan lanjutan. Meski berat melepas, Zainudin tetap berharap yang terbaik untuk reptil yang telah ia rawat sejak kecil.
"Saya berharap Coki bisa segera kembali ke habitat aslinya," katanya. "Sudah bertahun-tahun saya pelihara, tapi saya ingin dia kembali ke alam bebas," tegasnya.