FOTO: Kardinal Indonesia Ignatius Suharyo Bersiap Mengikuti Konklaf di Vatikan
Kardinal Indonesia Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo tiba di Vatikan dengan latar belakang pemandangan Basilika Santo Petrus di Vatikan, Selasa (06/05/2025)
Kardinal Indonesia Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo tiba untuk menghadiri pertemuan jemaat dengan pemandangan Basilika Santo Petrus di Vatikan, Selasa (06/05/2025) (AFP/ Dimitar Dilkoff)
Kardinal Indonesia Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo tiba untuk menghadiri pertemuan jemaat dengan latar belakang Basilika Santo Petrus di Vatikan, Selasa (06/05/2025). Sebanyak 133 kardinal dari 70 negara bersiap memasuki masa isolasi di Santa Marta Vatikan menjelang konklaf pemilihan Paus baru yang dimulai Rabu, 7 Mei 2025. Proses ini merupakan yang terbesar dalam sejarah dengan partisipasi kardinal dari lima benua. Konklaf atau pemilihan pengganti Paus Fransiskus yang wafat pada 21 April 2025 akan dimulai pada Rabu 7 Mei 2025 dan berlangsung secara tertutup.
Kardinal Indonesia Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo tiba untuk menghadiri pertemuan jemaat dengan pemandangan Basilika Santo Petrus di Vatikan, Selasa (06/05/2025) AFP/ Dimitar Dilkoff
Kardinal Indonesia Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo tiba untuk menghadiri pertemuan jemaat dengan pemandangan Basilika Santo Petrus di Vatikan, Selasa (06/05/2025) AFP/ Dimitar Dilkoff
Kardinal Indonesia Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo tiba untuk menghadiri pertemuan jemaat dengan pemandangan Basilika Santo Petrus di Vatikan, Selasa (06/05/2025) AFP/ Dimitar Dilkoff
Kardinal Indonesia Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo tiba untuk menghadiri pertemuan jemaat dengan pemandangan Basilika Santo Petrus di Vatikan, Selasa (06/05/2025) AFP/ Dimitar Dilkoff
Kardinal Indonesia Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo tiba untuk menghadiri pertemuan jemaat dengan pemandangan Basilika Santo Petrus di Vatikan, Selasa (06/05/2025) AFP/ Dimitar Dilkoff
Kardinal Indonesia Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo tiba untuk menghadiri pertemuan jemaat dengan pemandangan Basilika Santo Petrus di Vatikan, Selasa (06/05/2025) AFP/ Dimitar Dilkoff