Tahukah Anda? Disdik Mataram Minta Kepala Sekolah Ingatkan Siswa Unjuk Rasa Dilarang, Demi Kondusivitas Kota

Dinas Pendidikan Mataram meminta kepala sekolah mengingatkan siswa agar tidak ikut aksi Siswa Unjuk Rasa, menyusul indikasi keterlibatan pelajar di Udayana. Apa alasannya dan bagaimana langkah antisipasinya?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Disdik Mataram Minta Kepala Sekolah Ingatkan Siswa Unjuk Rasa Dilarang, Demi Kondusivitas Kota
Dinas Pendidikan Mataram meminta kepala sekolah mengingatkan siswa agar tidak ikut aksi Siswa Unjuk Rasa, menyusul indikasi keterlibatan pelajar di Udayana. Apa alasannya dan bagaimana langkah antisipasinya? (Merdeka.com)

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, secara tegas meminta seluruh jajaran kepala sekolah untuk mengingatkan para siswa agar tidak terlibat dalam aksi Siswa Unjuk Rasa. Imbauan ini disampaikan guna menjaga stabilitas dan kondusivitas di wilayah Kota Mataram dari potensi kericuhan yang mungkin timbul.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Yusuf, menyampaikan bahwa pihaknya telah menginstruksikan kepala sekolah untuk mengimbau anak didiknya agar tidak terpancing dan menjauhi kegiatan demonstrasi. Langkah ini diambil menyusul adanya indikasi keterlibatan pelajar berseragam dalam aksi unjuk rasa yang terjadi di depan Gedung DPRD NTB, Jalan Udayana, pada Sabtu (30/8).

Meskipun demikian, Yusuf menjelaskan bahwa siswa yang ditemukan di kerumunan tersebut kemungkinan besar tidak berniat ikut berunjuk rasa, melainkan hanya melintas. Jalan Udayana merupakan jalur utama bagi banyak siswa untuk pulang pergi sekolah, mengingat di sekitarnya terdapat beberapa institusi pendidikan penting.

Indikasi Keterlibatan Pelajar dan Jalur Vital Udayana

Indikasi keterlibatan pelajar dalam aksi unjuk rasa ini muncul setelah beberapa siswa terlihat di area demonstrasi di Jalan Udayana. Yusuf segera menghubungi kepala sekolah terkait untuk memastikan siswa tersebut aman dan pulang melalui jalur alternatif, menghindari keramaian aksi Siswa Unjuk Rasa.

Jalan Udayana memang dikenal sebagai arteri utama bagi mobilitas pelajar di Mataram. Kawasan ini menjadi lokasi strategis bagi sejumlah sekolah besar, seperti SMP Negeri 6 Mataram, SMA Negeri 5 Mataram, SMP Negeri 1, SMP Negeri 2, dan SMP Negeri 15 Mataram, yang membuat banyak siswa melintas di sana.

Keberadaan siswa di lokasi unjuk rasa, meskipun hanya melintas, tetap menjadi perhatian serius bagi Disdik. Hal ini mendorong Disdik untuk mengambil langkah proaktif dalam mencegah potensi eskalasi dan memastikan keamanan para pelajar dari dampak Siswa Unjuk Rasa.

Langkah Antisipasi Disdik dan Peran Orang Tua

Sebagai upaya antisipasi terhadap kemungkinan aksi Siswa Unjuk Rasa susulan atau serupa, Disdik Mataram telah meminta semua kepala sekolah untuk memberikan imbauan secara masif. Peringatan ini rencananya akan disampaikan secara luas dalam kegiatan upacara bendera hari Senin (1/9-2025) di setiap sekolah.

Yusuf juga menekankan pentingnya peran serta orang tua dalam menjaga anak-anak mereka agar tidak terlibat dalam aksi demonstrasi. Kolaborasi antara sekolah dan keluarga dianggap krusial untuk memastikan keselamatan dan pendidikan siswa tetap menjadi prioritas utama, serta menjauhkan mereka dari kegiatan Siswa Unjuk Rasa yang tidak relevan.

Imbauan ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran pada siswa mengenai pentingnya menjaga ketertiban umum dan fokus pada kegiatan belajar. Disdik berharap agar para pelajar dapat menghindari situasi yang berpotensi membahayakan diri mereka dan mengganggu ketertiban kota.

Pembatalan Acara dan Komitmen Keamanan Pelajar

Sejatinya, seluruh sekolah di Mataram akan melaksanakan upacara puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-32 Kota Mataram pada hari tersebut. Namun, acara tersebut terpaksa dibatalkan karena situasi dan kondisi yang dinilai kurang kondusif, terutama terkait potensi keramaian yang bisa menarik perhatian para Siswa Unjuk Rasa.

Pembatalan ini merupakan instruksi langsung dari Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram, yang mengutamakan keamanan anak-anak di atas segalanya. Meskipun perayaan HUT dibatalkan, Yusuf memastikan bahwa upacara bendera rutin pada Senin pagi tetap akan berjalan.

Dalam upacara tersebut, imbauan mengenai larangan Siswa Unjuk Rasa akan kembali disampaikan secara tegas. Komitmen Disdik Mataram adalah memastikan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif bagi seluruh pelajar, serta mencegah mereka terlibat dalam kegiatan yang tidak relevan dengan status mereka sebagai siswa.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi