Letnan Jenderal TNI (Purn.) Nugroho Sulistyo Budi adalah sosok yang menarik perhatian dalam sejarah militer Indonesia. Lahir pada Januari 1967, ia telah meniti karier yang panjang di TNI Angkatan Darat.
Nugroho dikenal luas setelah dilantik sebagai Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) oleh Presiden Prabowo Subianto pada 19 Februari 2025.
Dalam posisinya ini, ia bertanggung jawab atas keamanan siber dan perlindungan informasi negara, dua isu yang semakin krusial di era digital saat ini.
Sebelum menjabat sebagai Kepala BSSN, Nugroho memiliki pengalaman yang luas di bidang intelijen dan komunikasi. Ia memulai kariernya di TNI AD sebagai perwira pertama di Kopassus, satuan elit yang terkenal dengan operasi-operasi khususnya.
Pengalamannya di Kopassus dan di Badan Intelijen Negara (BIN) mengasah kemampuannya dalam mengelola informasi dan strategi keamanan. Sejak tahun 2016, ia menjabat sebagai Direktur Komunikasi Massa di Deputi Bidang Komunikasi dan Informasi di BIN, di mana ia berperan penting dalam menyampaikan informasi strategis kepada publik.
Namun, perjalanan karier Nugroho tidak lepas dari kontroversi. Salah satu yang paling mencolok adalah keterlibatannya sebagai mantan anggota Tim Mawar, yang dikenal karena perannya dalam penculikan aktivis pro-demokrasi pada tahun 1998.
Advertisement
Karier Militer dan Pendidikan
Nugroho Sulistyo Budi menempuh pendidikan militer di Akademi Militer Magelang dan lulus pada tahun 1991. Ia merupakan satu angkatan dengan Jenderal Agus Subiyanto, yang kini menjabat sebagai Panglima TNI.
Pendidikan dan pelatihan yang diterimanya membentuk dasar yang kuat bagi kariernya di TNI, di mana ia kemudian menempuh berbagai posisi strategis.
Setelah lulus, Nugroho mulai meniti karier di Kopassus, di mana ia mendapatkan pengalaman berharga dalam operasi-operasi khusus dan intelijen.
Kariernya di Kopassus membawanya ke berbagai misi, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Pengalamannya yang luas di lapangan membuatnya dikenal sebagai sosok yang handal dan berpengalaman.
Advertisement
Peran di BSSN
Setelah menjabat di BIN, Nugroho diangkat sebagai Kepala BSSN, di mana ia memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keamanan siber Indonesia.
Di era digital yang semakin kompleks, peran BSSN menjadi sangat vital untuk melindungi data dan informasi negara dari serangan siber yang semakin meningkat.
Nugroho berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas BSSN dalam menghadapi tantangan tersebut.
Di bawah kepemimpinannya, BSSN berfokus pada penguatan infrastruktur keamanan siber dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keamanan informasi.
Ia juga mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta, untuk menciptakan ekosistem yang lebih aman dan resilient.