Sopir Taksi Online Diajak Salat Sebelum Dibunuh

Korban yang duduk di kursi kemudi dihabisi dengan cara dijerat lehernya dari belakang. Tersangka Ahwan menjerat leher korban dengan tali tampar.

Darmadi Sasongko
Oleh Darmadi Sasongko - Reporter
Sopir Taksi Online Diajak Salat Sebelum Dibunuh
Pelaku Pembunuhan Sopir Taksi Online. ©2023 Merdeka.com/Darmadi Sasongko

Pelaku begal di Malang sempat mengajak calon korbannya, seorang sopir taksi online menjalankan salat di sebuah mushala sebelum dieksekusi. Tersangka Exza Candra Dwipa (29) dan Ahwan Nuroh (35) menyiapkan skenario berpura-bura ketinggalan barang sehingga harus kembali ke musala.

Begitu tiba di pinggiran kebon tebu yang sepi, pelaku minta berhenti dengan alasan hendak mengambil barang. Saat itulah kedua tersangka telah menyiapkan tali untuk menghabisi korbannya, Apris Fajar Santoso (29).

Korban yang duduk di kursi kemudi dihabisi dengan cara dijerat lehernya dari belakang. Tersangka Ahwan menjerat leher korban dengan tali tampar.

Jasad Dibuang di Lumajang

Sementara Exza yang duduk di samping korban langsung mendekap dan menutup wajah korban agar tidak bersuara. Exza juga yang spontan berinisiatif mematikan mesin mobil.

"Saat sudah meninggal dunia, korban ditarik ke bangku belakang. Kemudi kemudian diambil alih Exza," kata Kasat reskrim Polres Malang, Iptu Wahyu Rizky Saputra di Mapolres Malang, Kamis (7/6).

Pelaku semula hendak membuang jasad korban ke Pantai Balekambang, namun di pantai tersebut masih banyak orang. Jasad korban kemudian dibuang di Piket Nol Kabupaten Lumajang.

Pelaku sendiri tertangkap setelah masyarakat mengetahui mobil tersebut berada di musala. CCTV warga menangkap keberadaan mobil tersebut hingga kemudian dilakukan pendalaman.

Korban Dilaporkan Hilang

Polisi pun menangkap pelaku Exza di rumahnya berikut barang bukti mobil milik korban. Tidak lama kemudian menangkap Ahwan.

"Lewat pemeriksaan keduanya, diperoleh keterangan kalau jasad korban dibuang di Piket Nol Lumajang," tegasnya.

Sebelumnya, istri korban melaporkan bahwa suaminya tidak bisa dikontak. Korban yang keseharian sebagai sopir gocar terakhir menerima order dari Kepanjen menuju Pantai Balekambang, Kabupaten Malang pada Sabtu (3/6).

Belakangan diketahui korban dibunuh oleh dua penumpangnya tersebut. Pelaku membunuh korban lantaran ingin menguasai kendaraan atau mobil korban.

Rekomendasi