Menengok Festival Meriam Karbit, Tradisi di Pontianak Sambut Lebaran

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan, digelarnya Festival Meriam Karbit ini sebagai upaya pelestarian budaya yang sudah mengakar lama di Kota Pontianak.

Indri Rizkita
Oleh Indri Rizkita - Reporter
Menengok Festival Meriam Karbit, Tradisi di Pontianak Sambut Lebaran
Festival Meriam Karbit. ©2023 Merdeka.com

Menyambut Hari Raya Idulfitri, masyarakat Kota Pontianak, Kalimantan Barat mempunyai tradisi unik yakni acara festival Meriam Karbit yang diselenggarakan di sepanjang Sungai Kapuas.

Di tahun ini, sebanyak 180 meriam karbit menyemarakkan festival di sepanjang Sungai Kapuas yang digelar pada Kamis 20 April 2023 malam, di Jalan Tanjung Harapan, Gang Muhajirin Kelurahan Banjar Serasan, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan, digelarnya Festival Meriam Karbit ini sebagai upaya pelestarian budaya yang sudah mengakar lama di Kota Pontianak.

Meriam karbit menjadi bagian kehidupan masyarakat terutama yang bermukim di tepian Sungai Kapuas. Sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB), meriam karbit memiliki nilai historis berdirinya Kota Pontianak. Potensi yang dimiliki Kota Pontianak selain Sungai Kapuas, juga diperkaya dengan budayanya seperti tradisi permainan meriam karbit ini.

"Kita ingin menggali lebih dalam budaya-budaya yang ada di Kota Pontianak sehingga menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung," ucapnya.

Meriam karbit ini merupakan salah satu permainan rakyat yang memiliki keunikan dan daya tarik tersendiri bagi masyarakat Kota Pontianak. Pada masa kerajaan dulu, meriam karbit menjadi alat strategis pada masa perang melawan penjajahan karena bunyi meriam yang sangat nyaring dan keras membuat pihak musuh mengira bahwa rakyat Pontianak memiliki persenjataan yang sangat hebat.

Selain itu, bunyi meriam karbit yang menggelegar juga disebut untuk mengusir hantu. Tapi sekarang meriam karbit hanya untuk memeriahkan suasana malam takbiran di kota Pontianak. Pemerintah Kota Pontianak menetapkan permainan karbit sebagai salah satu agenda pariwisata unggulan kota Pontianak.

Untuk membuat meriam yang kokoh memerlukan bahan bambu atau kayu sejenis mabang atau meranti berukuran diameter antara 50-70 centimeter dan panjang kisaran 5 hingga 6 meter. Kayu yang telah dipilih kemudian dikeruk bagian tengahnya dan diberi pelumas agar kedap air dan suara. Setelah dikeruk dan diberi pelumas, kayu kembali disatukan menggunakan rotan yang dililit dengan kuat sepanjang badan kayu.

Untuk memperpanjang usia kayu dan menghilangkan rayap, kayu kemudian direndam di dalam Sungai Kapuas selama beberapa malam. Meriam tersebut juga dicat warna warni dan ada juga yang dibungkus dengan kain berbagai motif. Meriam yang siap digunakan kemudian diisi sekitar 3-5 ons karbit dan kemudian dinyalakan dengan disulut oleh obor hingga menghasilkan bunyi yang menggelegar.

Rekomendasi