Analisis BMKG Soal Gempa Bali Magnitudo 5,0

Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi.

Moh. Kadafi
Oleh Moh. Kadafi - Reporter
Analisis BMKG Soal Gempa Bali Magnitudo 5,0
Gempa Bali. Istimewa

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,0 dilaporkan terjadi di wilayah Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (31/3).

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa tidak berpotensi tsunami. BMKG mencatat gempa terjadi sekitar pukul 15.28 WIB. Pusat gempa berada 97 kilometer barat daya Kuta Selatan dengan kedalaman 10 kilometer.

Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, Made Rentin mengatakan hingga saat ini belum ada laporan kerusakan.

"Belum ada laporan kerusakan, semoga tidak ada," kata Rentin saat dikonfirmasi.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono menganalisis, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.

"Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,0. Berlokasi di laut pada jarak 90 km arah Selatan Kota Denpasar, Bali pada kedalaman 53 km," kata dia.

Kemudian, untuk dampak gempa bumi dirasakan di daerah Kabupaten Badung dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan truk berlalu dan di daerah Karangasem dan Denpasar dengan getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," jelasnya.

Sementara, hingga pukul 15.50 WIB dari hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock.

"Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," ujarnya.

Rekomendasi