Marak Perang Sarung saat Puasa di Jateng, Polisi: Kita Ambil Tindakan Tegas

Iqbal menyebut, para pelaku aksi perang sarung juga membawa senjata tajam dan benda lain yang dapat mencederai orang lain.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Marak Perang Sarung saat Puasa di Jateng, Polisi: Kita Ambil Tindakan Tegas
Ilustrasi borgol. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Polisi mengamankan sebanyak 13 remaja di Purworejo, Jawa Tengah, pada Jumat (24/3). Mereka ditangkap karena mengepung pemukiman warga di desa Brenggong, Kecamatan Purworejo. Mereka membawa sarung yang telah diisi dengan batu. Diduga akan melakukan aksi perang sarung.

Dengan adanya fenomena perang sarung saat puasa dan meresahkan warga tersebut, Polda Jawa Tengah akan menindak tegas dan memprosesnya secara pidana kepada para terduga pelaku.

"Perang sarung saat ini bukan lagi bentuk kenakalan remaja biasa, tapi ada tendensi yang menjurus pada aksi pidana. Untuk itu, akan diambil tindakan tegas dan akan diproses hukum bila terbukti ada pelanggaran pidana di dalamnya," kata Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes M. Iqbal Alqudusy dalam keterangannya, Minggu (26/3)

Iqbal menyebut, para pelaku aksi perang sarung juga membawa senjata tajam dan benda lain yang dapat mencederai orang lain.

"Untuk itu kami imbau masyarakat untuk waspada dan mengawasi pergaulan putra-putri mereka. Arahkan para remaja untuk mengisi Ramadan dengan kegiatan-kegiatan keagamaan yang bermanfaat bagi akhirat mereka nantinya," sebutnya.

Iqbal meminta kepada tokoh masyarakat dan guru-guru untuk memberikan edukasi kepada para remaja untuk mencegah perang sarung atau tawuran lainnya.

Apalagi, aksi perang sarung itu dapat dijerat dengan pasal pidana apabila sampai melukai atau menghilangkan nyawa orang lain.

"Di sisi lain, Polda Jateng dan jajaran akan meningkatkan patroli pada jam-jam rawan seperti menjelang sahur atau setelah salat Subuh. Namun demikian, peran serta masyarakat amat kami harapkan," tegasnya.

"Laporkan ke polisi bila ada kejadian mencurigakan termasuk bila ada kerumunan warga atau remaja yang melakukan aksi perang sarung," pungkasnya.

Rekomendasi