Jokowi Sebut 3,4 Juta Produk Dalam Negeri Ada di e-katalog: Jangan Ditonton, Beli!

Kepala negara tidak ingin barang-barang yang ada di e-katalog cuma dilihat. Sebab menurutnya, percuma jika produk-produk dalam negeri hanya terkoleksi saja.

Muhammad Genantan Saputra
Jokowi Sebut 3,4 Juta Produk Dalam Negeri Ada di e-katalog: Jangan Ditonton, Beli!
Presiden Jokowi kirim bantuan untuk korban gempa Turki dan Suriah. ©Liputan6.com/Faizal Fanani

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut jumlah produk dalam negeri yang masuk ke sistem e-Katalog sudah mencapai 3,4 juta. Jokowi menginstruksikan kementerian/lembaga hingga pemda untuk membeli produk dalam negeri yang ada di e-katalog itu.

"Sudah masuk produk-produk dalam negeri kita 3,4 juta, produk kita yang sudah masuk e-katalog, dari 50 ribu meloncat ke 3,4 dalam waktu yang sangat singkat, saya hanya titip kalau sudah masuk barang-produk produk dalam negeri ke e-katalog jangan dibiarkan, hanya masuk saja tapi dibeli," ujar Jokowi di acara business matching produk dalam negeri di Istora GBK, Senayan, Jakarta, Rabu (15/3).

Kepala negara tidak ingin barang-barang yang ada di e-katalog cuma dilihat. Sebab menurutnya, percuma jika produk-produk dalam negeri hanya terkoleksi saja.

"Kementerian, lembaga, BUMN, BUMD, provinsi, kota, kabupaten semuanya tengok itu e-katalog, beli percuma kita collect untuk dimasukkan ke e-katalog hanya ditonton, tidak dibeli untuk apa," ujarnya.

Jokowi menjelaskan, pemerintah menargetkan 95 persen dari pagu anggaran pengadaan barang dan jasa dibelikan produk-produk dalam negeri. Dia meyakini, jika hal tersebut bisa dilakukan, maka industri dan UMKM dalam negeri akan hidup dan berkembang.

"Enggak usah jauh-jauh cari investor kalau ini bisa berjalan. Investor itu bagus juga sebagai bonus, tapi di dalam kita sendiri dengan kita membeli produk-produk dalam negeri, otomatis pertumbuhan ekonomi kita akan naik, kemudian juga barang-barang produksi kita sendiri juga bisa kita gunakan," tandasnya.

Rekomendasi