Polisi menetapkan tiga orang debt collector sebagai tersangka buntut bentrokan dengan kelompok ojek online (Ojol). Sejauh ini ada 20 orang saksi yang sudah dimintai keterangan.
Kapolrestabes Bandung, Kombes Aswin Sipayung menjelaskan, pihaknya fokus pada dugaan penganiayaan. Sedangkan mengenai status pembayaran kendaraan hingga harus disita, itu diserahkan kepada pihak leasing.
Mengenai urusan pembayaran kendaraan, hasil penyelidikan, motor milik salah satu ojol sedang proses cicilan leasing. Menurut UU fidusia tidak boleh diambil langsung tanpa ada kesepakatan, termasuk tertuang proses keperdataan.
“Hasil penyelidikan dan penyidikan kasus dugaan pengeroyokan terhadap orang yang terjadi di wilayah hukum Polsek Cidadap, yang mana tempat kejadian perkara pada saat pihak dari mata elang (debt collector) itu ingin mengambil paksa motor yang sedang digunakan pihak ojol,” katanya di Mapolrestabes Bandung, Kamis (9/3).
“Jadi, hasil dari ketidaksepakatan (pengambilan motor milik ojol) itu ternyata ada gesekan sehingga terjadi penganiayaan yang diduga dari oknum pihak mata elang (debt collector),” Aswin melanjutkan.
Advertisement
Sejauh ini sudah ada 20 orang saksi yang sudah dimintai keterangan hingga akhirnya ditetapkan tiga orang tersangka yang belum bisa diungkap identitasnya. Meski demikian, penyidikan tetap berlanjut.
“Tadi malam saya keluarkan surat perintah penahanan tiga orang tersangka dan sudah ditahan dari pihak mata elang (debt collector), dan sekarang dalam proses penyidikan di Polrestabes Bandung dan mohon dukungan sabar sampai penyidikan selesai,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, debt collector dan ojol di Kota Bandung terlibat bentrok pada Selasa (7/3) sore. Semua bermula dari pengambilan unit motor milik salah seorang ojol. Rekan-rekannya dari ojol meminta keringanan karena yang bersangkutan sedang dirawat di rumah sakit.
Mediasi dilakukan namun di tengah prosesnya, terjadi perselisihan. Ketua Harian Driver Bandung Raya, Amief mengatakan ada beberapa orang diduga dari pihak debt collector yang memprovokasi massa.
"Terjadilah pelemparan, kita tarik mundur, kita lempar balik. Mereka buka gerbang dan ada pakai samurai, ada balok, linggis," ucap dia.
Dari bentrokan tersebut, Sembilan orang dari pihak ojol mengalami luka, selain itu 23 unit motor milik ojol rusak.