Sejumlah peternak unggas di Jawa Tengah (Jateng) meminta Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan bantuan vaksin AI dan obat. Hal ini untuk mencegah penularan flu burung.
"Harusnya Kementan berikan bantuan obat, vaksin AI dan biosekuriti untuk penyemprotan kandang sekaligus meningkatkan kebersihan lokasi peternakan. Mengingat hujan terus turun di Jateng berisiko menyebarkan penyakit kepada unggas yang ada di sentra peternakan," kata Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Jawa Tengah, Suwardi, Rabu (1/3).
Dia menjelaskan dengan memberikan vaksinasi AI, untuk meningkatkan imunitas pada unggas yang berada di kandang-kandang peternakan milik anggotanya. Di samping itu, pemberian suplemen tambahan seperti nutrisi dan vitamin juga dibutuhkan agar virus flu burung tidak gampang menular.
"Saat ini belum ada satupun unggas di Jawa Tengah yang tertular flu burung," ungkapnya.
Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Jateng, Rahmah Nur Hayati, mengatakan bahwa sampai saat ini belum ada laporan terkait penyakit flue burung yang menginfeksi manusia di 35 kabupaten kota. Sehingga untuk penanganannya, karena belum ditemukan kasus, maka Dinkes Jateng mengacu pada arahan pencegahan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
"Belum ada laporan kasus baik dari Dinkes, Dinas Perternakan (Dinas Keswan) hingga Dinas SDA (BKSDA). Antisipasi, kami sudah sosialisasi ke kabupaten/kota untuk tingkatan kewaspadaan, kemudian survailans atau pemantauan bersama serta kesiapsiagaan fasilitas kesehatan)," tutur Rahmah.
Advertisement
Sementara itu, Sub Koordinator Penyakit Tak Menular dan Menular, Arfian Nevi, mengatakan berdasarkan sejumlah catatan, kasus flu burung tersebut pernah mencuat pada periode 2005-2008, yakni saat terjadi 10 kasus flu burung di Jateng, dan sembilan penderita di antaranya meninggal dunia.
"Pola hidup sehat bersih itu harus selalu dijaga. Kemudian jika ada gejala, segera lapor agar bisa ditangani sedini mungkin. Kalau sudah ditangani, pasti tidak akan fatal akibatnya," pungkas Arfian.
Sebagai informasi gejala yang harus diwaspadai masyarakat antara lain sakit perut, demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, gangguan pernapasan, pendarahan gusi, pendarahan hidung, hingga nyeri dada. Bila mendapati laporan terkait gejala atau adanya kasus suspek flu burung, diminta segera melapor dalam waktu kurang dari 24 jam ke dinkes kabupaten/kota agar nantinya bisa diteruskan ke Dinkes Provinsi lalu ke Kemenkes.