Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), Abdullah Azwar Anas mengatakan, Aparatur Sipil Negara (ASN) yang pindah ke Ibu Kota Nusantara (IKN) akan mendapatkan fasilitas apartemen di ring satu. Pemerintah telah menyiapkan alokasi anggaran untuk pembangunan apartemen berikut fasilitasnya.
"Pemerintah dalam rapat kabinet terakhir menambahkan anggaran untuk super blok apartemen ASN. Sehingga ASN yang pindah ke sana sudah disiapkan rumah dinas berupa apartemen dan itu nanti ada di ring satu," katanya usai memberikan arahan kepada para ASN di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jumat (17/2).
Dia menjelaskan, sistem pemerintahan yang disiapkan di IKN serba berbasis elektronik dengan fasilitas serba digital. Lokasi kantor dan tempat kerja tidak jauh, didukung kendaraan ramah lingkungan yang berenergi listrik.
Fasilitas apartemen sendiri dipilih dengan pertimbangan agar tidak memakan tanah yang luas, sehingga memberikan banyak ruang terbuka hijau. Karena itu IKN akan memiliki fasilitas ruang hijau luas dengan keindahan pemandangan yang dapat dinikmati masyarakat. Disediakan fasilitas sekolah dan rumah sakit bertaraf internasional, masjid, gereja, joging track dan lain-lain.
"Orang tinggal jalan kaki, tempatnya hijau tidak akan stress. Ini jarang disampaikan sekarang banyak ASN muda yang ingin pindah ke IKN," ujarnya.
Advertisement
Anas menyampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan formula 16 ribu Aparatur Sipil Negara (ASN) dan TNI/ Polri yang akan pindah ke Ibu Kota Nusantara (IKN). Kementrian PAN-RB sedang mendata personel ASN yang akan pindah ke IKN gelombang pertama yang keseluruhan dari 35 kementerian/lembaga (K/L).
Dia menilai, kepindahan itu bukan sekadar soal pindahnya kantor, tetapi juga menyangkut soal peradaban. Karena memang bakal dengan sendirinya bakal perubahan kultur, salah satu akibat sistem kerja dan fasilitas pendukung.
"Jangan-jangan ke depan orang berliburnya ke IKN bukan ke mana-mana. Karena sistem teknologi dan transportasi serasa di Eropa, tidak ada kemacetan," ungkapnya.
Anas membandingkan dengan para ASN, terutama golongan eselon 2 ke bawah yang memiliki tempat tinggal jauh dari kantornya. Mereka butuh waktu 2 jam sampai 3 jam untuk tiba di lokasi kerjanya.
"Saya kaget, saya lihat anak muda, ada minat anak-anak muda untuk di sana (IKN) ," tutupnya.