Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memutuskan formula 16 Ribu Aparatur Sipil Negara (ASN) dan TNI/ Polri yang akan pindah ke Ibu Kota Nusantara (IKN). Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Abdullah Azwar Anas dalam kunjungan ke Kabupaten Malang, Jawa Timur.
"KemenPAN-RB mendapat tugas dari Presiden untuk menyiapkan, bukan banguna IKN tapi persiapan pemindahan ASNnya. Kemarin ada beberapa skenario, formula 60 Ribu, 21 Ribu, 8 ribu dan skenario 16 ribu. Bapak Presiden telah memutuskan dengan kebutuhan kita, sementara sudah diputuskan kurang lebih 16 Ribu ASN dan TNI/Polri yang pindah ke sana," terang Abdullah Azwar Anas di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/2).
Kemen PAN-RB sedang mendata personel ASN yang akan pindah ke IKN yang keseluruhan dari 35 kementerian/lembaga (K/L). Kepindahan akan melalui sebuah proses sebagaimana ketentuan yang sudah dipersiapkan.
"Jadi sekarang sudah mulai membuat berbagai proses, siapa saja yang akan pindah dari 35 K/L sudah kita laporkan dari masing-masing KL," tegasnya.
Advertisement
Pemindahan ASN akan dilakukan pada 2024, sementara fungsi pelayanan bisnis bisa masih di Jakarta, tapi fungsi pendukung kebijakan nanti ada di IKN.
"Jadi ada K/L yang karyawannya kurang dari 1000 ASN itu berapa yang pindah, kalau lebih dari 1000 berapa yang pindah," tambahnya.
Pemerintah menyiapkan sejumlah skenario pemindahan ASN ke IKN. Mereka adalah ASN yang akan pindah gelombang pertama ke IKN.