Peternak di Kota Bogor Dapat Bantuan Rp1 Miliar usai Wabah PMK

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mendapat bantuan Rp1 miliar untuk diberikan bagi peternak, usai mereka menghadapi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), meski wabah PMK di Kota Hujan telah lewat.

Rasyid Ali
Oleh Rasyid Ali - Reporter
Peternak di Kota Bogor Dapat Bantuan Rp1 Miliar usai Wabah PMK
Pasar Hewan Kurban di Jonggol. ©2022 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mendapat bantuan Rp1 miliar untuk diberikan bagi peternak, usai mereka menghadapi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), meski wabah PMK di Kota Hujan telah lewat.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie Archim menjelaskan, bantuan sebesar itu dialokasikan untuk 38 peternak yang memiliki 105 sapi terdampak wabah PMK. Bantuan sendiri bersumber dari Kementerian Pertanian (Kementan).

"Bantuan ini kebijakan dari pemerintah pusat terkait program pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi Covid-19. Jadi dengan kondisi yang berat, pemerintah tetap memberikan perhatian kepada petani dan peternak," kata Dedie, Jumat (17/2).

Dedie merinci, bantuan ini untuk 105 ekor sapi dengan nilai satu ekor sapi sebesar Rp10 Juta. Bantuan ini, menurut Dedie, untuk memicu semangat para peternak agar tetap melaksanakan usahanya di tengah kesulitan ekonomi.

Seluruh peternak yang mendapat bantuan, sambung Dedie, tersebar di beberapa kelurahan. Tentu dengan beberapa mekanisme, seperti pengajuan langsung dari peternak, ataupun hasil verifikasi dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP).

"Jadi pelaksanaan verifikasi memang membutuhkan waktu, termasuk juga ketika mereka tersertifikasi membutuhkan waktu untuk pembukaan rekening. Kejadian (PMK) di tahun lalu, baru bisa kita distribusikan hari ini. Tapi itu adalah bagian dari proses dan pengalokasian anggaran dari pemerintah pusat untuk memastikan bahwa antara data dari peternak yang terdampak dengan hasil verifikasi kami cocok," paparnya.

Di samping itu, belajar dari penanganan wabah PMK kemarin, bahwa memang distribusi hewan ternak didominasi dari luar Bogor. Sehingga sudah seharusnya hewan ternak yang masuk ke Kota Bogor melalui proses ketat.

Terutama dari sisi kesehatan hewan ternaknya tersebut. Mulai dari vaksinasinya, hingga sertifikasi hewan ternak itu sendiri. Jangan sampai justru hewan ternak yang masuk ke Kota Bogor malah menularkan penyakit kepada hewan ternak lainnya.

"Bagaimana melakukan pengawasan di tempat produsen sapi, kemudian diproses perjalanan juga ada semacam pos-pos yang memastikan bahwa sapi yang masuk ke Bogor diperiksa keabsahan suratnya," jelasnya.

Rekomendasi