Aulia Rahman, seorang pemuda yang juga relawan kemanusiaan di kota Samarinda, Kalimantan Timur, menuai pujian. Aksi heroiknya bertaruh nyawa berhasil menolong wanita nyaris tenggelam selama kurang lebih empat jam di Sungai Mahakam, Minggu (12/2) dini hari ini tadi. Begini ceritanya.
Hampir sepanjang kawasan sepanjang Tepian Sungai Mahakam di kota Samarinda, kerap jadi tempat nongkrong muda mudi. Tidak terkecuali bagi warga yang ingin memancing di Sungai Mahakam. Terlebih lagi di malam minggu.
Pada Sabtu (11/2) malam jelang Minggu dini hari, para pemancing yang berada di sekitar intake PDAM Tirta Kencana Jalan RE Martadinata, mendengar suara wanita meminta tolong.
Para pemancing sempat penasaran mencari sumber suara itu, yang mereka yakini berasal dari Sungai Mahakam. Kabar itu sampai dengan cepat melalui radio komunikasi relawan Samarinda, dan juga grup WhatsApp Messenger sekira pukul 00.05 WITA.
Relawan kemanusiaan gerak cepat. Seperti yang dilakukan Aulia Rahman, dari satuan relawan Dharma Wahyu Rescue. Sumber suara akhirnya diketahui, terlihat seorang wanita timbul tenggelam di sungai sambil bersuara lirih meminta tolong.
"Saya datang lihat kiri kanan, tidak ada yang mau nyebur (ke Sungai Mahakam)," kata Aulia kepada wartawan saat bertemu di RS Dirgahayu Jalan Gunung Merbabu, Samarinda.
Advertisement
Sejatinya kondisi di sungai yang membelah Kota Samarinda, dan dikenal memiliki arus deras di bawah permukaan itu sangat berbahaya. Apalagi minim penerangan dan nyaris gelap gulita.
Meski minim peralatan SAR air, Aulia Rahman bertaruh nyawa untuk menyelamatkan wanita itu di Sungai Mahakam. Tanpa menunggu lama lagi, dia melompat ke sungai dan berenang menolong wanita itu.
"Kalau mau menunggu kapal, lama. Terus saya ceburin (menceburkan diri) duluan," ujar Aulia.
Wanita itu masih terlihat timbul tenggelam di sungai. Posisinya agak ke tengah sungai. Bersyukur relawan lain berdatangan membantu penerangan di sungai. Aulia pun terus berenang mendekati wanita yang tengah terlentang itu, meski baginya cukup melelahkan.
"Sebenarnya capek juga. Saya coba tarik tangannya, kondisinya ternyata masih hidup, masih bernapas. Alhamdulillah," sebut Aulia.
"Bersyukur, begitu ketemu batang (batang pohon yang mengapung di sungai). Kemudian saya coba tarik bagian belakang (baju) wanita itu. Saya coba terus berenang, bawa ke pinggir sungai," tambah Aulia.
Sejumlah relawan lain ikut menceburkan diri ke sungai dan berusaha keras ikut membantu proses evakuasi, hingga ke pinggir sungai. Unit speedboat dari Polsek Kawasan Pelabuhan Samarinda juga terus mengawal proses evakuasi itu.
Advertisement
Sekitar pukul 00.15 WITA, upaya penyelamatan relawan berbuah hasil maksimal. Nyawa wanita itu akhirnya terselamatkan, dan dibawa ke RS Dirgahayu Samarinda menggunakan ambulans relawan.
"Sudah dibawa ke (RS) Dirgahayu. Saya sangat mengapresiasi semangat kemanusiaan relawan Aulia Rahman menyelamatkan korban. Sekali lagi berbuat yang terbaik untuk kemanusiaan," kata Ketua Relawan Info Taruna Samarinda (ITS) Joko Iswanto.
Informasi sementara diperoleh merdeka.com, wanita itu diketahui bernama Risel (32). Dia adalah wanita yang dikabarkan melompat dari sekitar Jembatan Mahakam sekitar pukul 20.00 WITA, diduga karena stres soal pekerjaan. Dengan demikian dia mengapung di sungai dan nyawanya terselamatkan sekitar empat jam kemudian. Peristiwa itu kini dalam penyelidikan kepolisian.