Proses ekshumasi jasad Siti Fatimah akhirnya berhasil dilakukan oleh petugas dari Labfor dan Subnit Jatanras Polda Metro Jaya dibantu Polres Garut pada Selasa (24/1) siang. Jasadnya saat ini dalam perjalanan ke Jakarta dengan tujuan rumah sakit (RS) Kramat Jati.
Kegiatan ekshumasi jasad Siti Fatimah dilakukan di tempat pemakaman umum Rancabadak, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Ksubjit Jatanras Polda Metro Jaya, AKBP Indrawienny Panjiyoga.
Berdasarkan pantauan wartawan di lapangan, kegiatan pembongkaran makam berlangsung selama dua jam. Dalam prosesnya, masyarakat pun ikut membantu dengan penjagaan ketat sejumlah aparat kepolisian.
Saat kegiatan itu berlangsung, masyarakat umum dan awak media dibatasi jarak 50 meter dari lokasi makam yang dibongkar. Yang berada dekat di sekitar lokasi, hanya petugas dan perwakilan keluarga saja.
Setelah makam Siti Fatimah berhasil dibongkar, jasadnya langsung dimasukan ke dalam kantong jenazah. Petugas pun kemudian membawanya ke mobil yang sudah disiapkan, kemudian rombongan meninggalkan lokasi.
Advertisement
Berdasarkan informasi yang dihimpun, jenazah Siti Fatimah langsung dibawa petugas menuju Jakarta. Rencananya, jenazah tersebut akan diautopsi di rumah sakit Kramat Jati.
Dadan Wandiansyah, perwakilan keluarga Siti Fatimah menjelaskan bahwa pihaknya sempat menerima penjelasan langsung dari pihak kepolisian. Yang dijelaskan adalah kaitan dengan kematian Siti Fatimah.
"Kalau sebelumnya kami tahunya Siti meninggal karena kecelakaan di laut, setelah mendapat penjelasan polisi kita yakin bahwa Siti adalah korban (pembunuhan) Wowon cs yang biadab itu," jelas Dadan.
Untuk jasad Siti Fatimah, disebut Dadan langsung dibawa oleh pihak kepolisian untuk dilakukan autopsi. Selaku keluarga, Dadan berharap agar proses ekshumasi memberikan titik terang dan membantu proses yang dilakukan oleh pihak kepolisian dalam kasus tersebut.
"Harapan kami, kasus ini bisa terungkap dengan jelas dan seterang-terangnya. Pelaku juga agar diadili seadil-adilnya," pungkasnya.