Enam kecamatan di Kabupaten Pati masih terendam banjir sejak sepekan lalu. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati terus melakukan evakuasi warga.
"Tim masih bergerak di lapangan untuk melaksanakan asessment dan menolong warga yang membutuhkan pertolongan," kata Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, Martinus Budi, Senin (2/1).
Banjir terparah menggenangi Kecamatan Gabus dengan ketinggian 160 centimeter.
"Awalnya ada 11 kecamatan yang banjir. Tapi ini lima sudah terpantau surut. Ketinggian saat ini rata-rata 20-160 centimeter," ungkapnya.
Enam kecamatan yang masih banjir yakni Kecamatan Gubus, Kecamatan Juwana, Kecamatan Sukolilo, Kecamatan Pati, Kecamatan Margorejo dan Kecamatan Dukuhseti.
"Dari enam kecaman itu, 41 desa dari 141 desa masih terpantau belum surut. Tim juga masih terus bergerak dengan mendirikan posko bantuan di Desa Banjarsari Kecamatan Gabus dan mengirimkan alat-alat evakuasi ke lokasi yang membutuhkan," jelasnya.
Dampak banjir tersebut, jalan utama dan jalan desa dari enam kecamatan tersebut masih terganggu. Sedangkan untuk kerugian materiil, BPBD Pati hingga masih dihitung.
"Lahan sawah ada yang tergenang, total ada ratusan hektare. Kemudian sekolah, rumah, jalan-jalan di pemukiman juga masih terganggu. Tapi untuk pengungsian sifatnya masih sebatas geser ke rumah saudara atau luar kecamatan yang banjir," pungkasnya.
Informasinya, cuaca ekstrem yang melanda Pati mengakibatkan daerah aliran sungai (DAS) di wilayahnya tak kuat menampung debit air hujan. Sehingga meluap menggenangi beberapa kecamatan di Kabupaten Pati.
Diberitakan sebelumnya, BPBD Jateng mencatat ada lima daerah yang mengalami banjir para di wilayahnya, yakni di Demak, Kota Semarang, Kendal, Pemalang dan Pekalongan. Namun kali ini, banjir terpantau merambah ke daerah lain seperti Jepara, Kudus dan Pati.