Pelaku mutilasi M Ecky Listhianto (34) jarang berada di rumah kontrakannya di Kampung Buaran, Desa Lambangjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Bahkan, pemilik kontrakan juga tidak mengetahui kepribadian pelaku.
"Setahu saya dia tinggal sendiri. Tiap pagi (saya) datang ke sini sering nyariin dia. Tapi enggak ada orangnya, saya kan mau nanyain biaya sewa," ucap pemilik kontrakan berinisial AS, Jumat (30/12).
AS baru mengetahui kalau Ecky tidak ada di tempat setelah polisi membuka pintu rumah kontrakan yang disewa pelaku. Namun yang ditemukan polisi di dalam kamar mandi pelaku justru sesosok jasad wanita terbungkus plastik di dalam dua boks kontainer.
"Kita awalnya enggak tahu kalau dia dicari polisi karena kasus orang hilang. Baru tahunya semalam, dikontak polisi jam 9 malam. Paginya, istri saya ditelepon dari adiknya, adiknya nyariin dia juga, sempat janjian, ternyata nggak ketemu," kata AS.
Advertisement
Tak Cium Bau Busuk
Saksi lainnya, AR, warga yang tinggal bersebelahan dengan kontrakan pelaku tidak pernah melihat sosok Ecky. Dia juga tidak curiga atau mencium bau busuk selama tinggal bersebelahan dengan pelaku.
"Saya enggak pernah lihat dia. Padahal saya sering di kontrakan. Kalau pulang kerja sore, di kontrakan sampai malam, enggak ada juga dia pulang ke sini. Enggak curiga juga kejadian apa pun. Makanya saya kaget kok ada mayat di dalam, padahal enggak ada bau busuk," ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, jasad wanita dimutilasi ditemukan di sebuah rumah kontrakan yang beralamat di Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jumat (30/12) dini hari.
Advertisement
Seorang saksi Dian Ardiansyah yang merupakan warga sekitar mengatakan, penemuan jasad wanita itu berawal dari pencarian seorang laki-laki berinisial Ecky yang dilaporkan hilang oleh petugas dari Polda Metro Jaya.
"Jadi awalnya ada anggota dari Polda menanyakan info orang hilang atas nama Ecky, terus sampai ke rumah saya, mereka menanyakan, saya jawab tidak kenal. Tapi info dari polisi katanya tinggal di sini," kata Dian di lokasi, Jumat (30/12).
Polisi tersebut kemudian melihat ada empat pintu kontrakan dan menanyakan terkait penghuni kepada Dian. Saat dicek ternyata terdapat selembar kertas yang dituliskan oleh pemilik kontrakan ditujukan kepada seseorang bernama Ecky.
"Anggota polisi nanya ada kontrakan? Saya bilang ada. Saya tunjukkan di sini karena kosong ini. Ada empat pintu yang diisi, yang dua ini kosong yang dua lagi di ujung ada. Nah kata pihak kepolisian begitu melihat ada kertas, ada nama Ecky di sini, mereka yakin bahwa dia yang mengontrak di sini," ungkapnya.