Cegah Penyebaran Covid-19, Satgas Ingatkan Mal Patuhi Protokol Kesehatan

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kepri, Tjetjep Yudiana mengatakan, pihaknya meminta agar satpam yang bertugas di mal tidak mengizinkan pengunjung yang tidak memakai masker.

Fikri Faqih
Oleh Fikri Faqih - Reporter
Cegah Penyebaran Covid-19, Satgas Ingatkan Mal Patuhi Protokol Kesehatan
Masker. ©2020 Merdeka.com

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepulauan Riau mengingatkan pengelola mal di Kota Tanjungpinang dan Kota Batam untuk konsisten menerapkan protokol kesehatan (prokes). Alasannya karena masih ada pengunjung mal tidak menggunakan masker, padahal potensi penularan Covid-19 masih cukup besar di tempat tertutup yang ramai.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kepri, Tjetjep Yudiana mengatakan, pihaknya meminta agar satpam yang bertugas di mal tidak mengizinkan pengunjung yang tidak memakai masker.

"Sebagian mal masih konsisten menerapkan prokes untuk kenyamanan pengunjung, namun sebagian lagi masih terdapat pengunjung yang tidak menggunakan masker," katanya di Tanjungpinang, Sabtu (26/11).

Dia mengungkapkan, banyak karyawan restoran, rumah makan dan restoran di kabupaten dan kota di Kepri yang tidak menggunakan masker. Padahal karyawan restoran, rumah makan dan kedai kopi harus menjadi contoh menggunakan masker saat melayani tamu-tamunya.

"Itu yang membuat banyak pengunjung restoran, kedai kopi dan rumah makan juga tidak menggunakan masker. Semestinya karyawan dapat meminta pengunjung untuk menggunakan masker," ujarnya seperti dilansir dari Antara.

Tjetjep menerangkan, jumlah kasus aktif Covid-19 di Kepri sebanyak 141 orang, dengan rincian Kota Batam 54 orang, Tanjungpinang 22 orang, Kabupaten Bintan 44 orang, dan Kabupaten Karimun 21 orang. Kabupaten Kepulauan Anambas dan Kabupaten nihil kasus aktif.

Kasus aktif di Kepri turun drastis dibanding pekan lalu yang mencapai sekitar 180 orang. Meski demikian warga tidak boleh lengah karena hampir setiap hari ada kasus kematian akibat Covid-19.

Pasien Covid-19 yang meninggal dunia tersebut rata-rata memiliki penyakit penyerta, berusia lansia dan belum vaksinasi dosis booster.

"Banyak ditemukan warga yang tertular Covid-19, namun tidak bergejala. Ini yang dikhawatirkan menyebabkan kasus aktif bertambah banyak bila warga tidak memakai masker," tutup Tjetjep .

Rekomendasi