Pasien Covid-19 di Jakarta Diusulkan Tak Wajib Isolasi, Tapi Wajib Pakai Masker

Menurut Ngabila, kondisi Covid-19 di Ibu Kota terkendali. Di mana Bed Occupation Rate (BOR) atau persentase pemakaian tempat tidur di rumah sakit pasien isolasi hanya tercatat ada 5 persen atau 94 kasus rawat inap dari total 1966 tempat tidur yang disiapkan.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Pasien Covid-19 di Jakarta Diusulkan Tak Wajib Isolasi, Tapi Wajib Pakai Masker
Aturan wajib masker resmi dicabut. ©Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi, dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Ngabila Salama memberi usulan kepada pemangku kepentingan atau stakeholder agar tidak lagi mengharuskan pasien Covid-19 melakukan karantina atau isolasi di rumah sakit.

"Saya beri masukan ke stakeholder pada pasien Covid19 (+) tidak perlu isolasi lagi tapi wajib pakai masker," katanya dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (14/6).

Menurutnya, kondisi Covid-19 di Ibu Kota terkendali. Di mana Bed Occupation Rate (BOR) atau persentase pemakaian tempat tidur di rumah sakit pasien isolasi hanya tercatat ada 5 persen atau 94 kasus rawat inap dari total 1966 tempat tidur yang disiapkan.

"Alhamdulillah kondisi Covid-19 di Jakarta sangat terkendali, untuk kasus positif seminggu terakhir hanya 540 kasus (rerata 70 kasus positif baru per hari)," jelasnya.

Ngabila menyampaikan, dalam seminggu terakhir hanya ditemukan empat kematian akibat Covid-19 di Ibu Kota. Semua pasien meninggal dunia berusia 50 tahun ke atas dan belum menerima vaksinasi dosis keempat.

Kemudian, kata dia 8 persen lainnya tercatat ditemukan di ICU atau hanya 34 kasus rawat inap dari total 405 tempat tidur yang disiapkan.

"Saat ini regulasi isolasi Covid-19 (+) masih 10 hari jika tanpa dilakukan PCR dan 5 hari jika PCR sudah (-)," ucapnya.

Kendati demikian, Ngabila menyebut apabila proses pemantauan pasien Covid-19 menjadi sulit karena usulan ini, dia menyarankan agar dibuat kebijakan isolasi mandiri hanya selama bergejala saja atau isolasi dilakukan hanya 3-5 hari saja.

"Melihat sekarang inkubasi Covid-19, 1-3 hari dan 3-5 hari dari bergejala sudah sembuh. Cegah sakit tetap yang terbaik. Inkubasi adalah waktu yang dibutuhkan dari virus masuk ke tubuh sampai timbul gejala hari pertama," terangnya.

Lebih lanjut, Ngabila tetap menganjurkan masyarakat mencegah penularan Covid-19 dengan tetap memakai masker. Lalu, cegah komplikasi atau meninggal akibat Covid-19 juga dapat dilakukan dengan mengontrol komorbid, pengobatan teratur, dan vaksinasi lengkap empat kali untuk usia 18 tahun ke atas.

Reporter: Winda Nelfira/Liputan6.com

Rekomendasi